Tak bisa dipungkiri, DNA balap reli yang mengalir di darahnya, membuatnya tercebur semakin dalam lagi, akhirnya mobil ini dibuat sesuai regulasi untuk menaklukan medan tersebut.

Ia jatuh cinta dengan mobil ini karena Toyota Corolla DX di ajang reli dinilai paling easy-to-handle, power-to -weight ratio-nya pun ia nilai sangat baik. Namun sesuai peruntukannya, mobil ini sudah mengalami modifikasi total mulai dari eksterior, hingga mesin.

Seperti mesin Frankenstein yang menggunakan blok 5K dikombinasikan dengan silinder head 4K. Tetap dengan kapasitas 1.600 cc sesuai regulasi, ia mencangkokkan piston Mitsubishi Lancer Dan Gan yang telah di oversize yang bertujuan agar tenaga makin mumpuni di trek reli.

Derajat camshaft tak lupa dinaikkan menjadi 272 lansiran TRD. Selesai urusan combustion chamber, pasokan bahan bakar pun mendapatkan mandat yang lebih besar dengan aplikasi karburator bertipe 4 barrel.

Power delivery, girboks Toyota Levin berkode T40 diaplikasikan dengan final gear yang ‘kasar’ dan ‘rapat’ di angka 45, atau biasa dikenal dengan sebutan ‘close ratio’.

Baca Juga: Toyota Corolla Great AE101 1995 – Disesaki Parts EUDM

Lanjut Baca lagi