Dilihat dari konsepnya, E-Legend akan mengusung teknologi otonomous, yang disebut Peugeot sebagai i-Cockpit. Dimana fitur ini memungkinkan pengendara melakukan hal lain selagi berkendara. Ada 2 mode berkendara saat Self Driving Mode dan 2 mode berkendara manual.
Saat mode self driving, interior E-Legend terkonfigurasi melalui sistem drive by wire secara otomatis. Pada mode ini, interior akan berubah. Setir tersimpan ke bawah dan layar sebesar 49 inci akan keluar. Layar ini berfungsi agar penumpang dapat melakukan aktivitas seperti main game atau menonton film.
Peugeot juga bekerjasama dengan SoundHound Inc.® untuk melakukan perintah suara. Hanya dengan 1 kalimat, mobil ini dapat mengubah mode berkendara, mendengarkan daftar lagu dan bahkan membuka atau menutup pintu.
Serunya juga, sistem ini memahami 17 bahasa dari berbagai negara. Peugeot bekerjasama dengan speaker Focal® untuk menghasilkan suara yang berkualitas tinggi.
Baca Juga: MV Agusta F3 675 2014 – Moge Spek Balap

Lanjut ke interior, jok biru dengan model dan desain jahitan garis-garis khas mobil 1980-an masih diterapkan. Peugeot juga bekerja sama dengan Hervet Manufacturier untuk membuat panel kayu, menggunakan kayu Ebony atau Rosewood.
Sumber tenaganya, E-Legend adalah mobil listrik murni. Menggunakan baterai 100 kWh, mesin menghasilkan torsi sebesar 800 Nm dan tenaga 340 dk yang didistribusikan ke empat roda.
Hasil power yang sebesar itu, dapat mencapai 0-100 kpj dalam waktu kurang dari 4 detik, dan kecepatan maksimum mencapai 220 kpj. Setelah baterai diisi penuh, mobil ini mampu menjangkau kurang lebih 600 km sesuai dengan standar WLTP.
E-Legend punya fitur pengisian daya cepat. Jadi hanya dengan 25 menit pengisian, mobil ini dapat menjangkau sejauh 500 km. (Deddy Darmanto)