Penggunaan suspensi udara terbaru diklaim jadi sesuatu yang canggih oleh BMW di bagian kaki-kaki karena dikendalikan dengan modul terpisah untuk setiap roda, sehingga bobot kendaraan diharapkan tetap seimbang. Tinggi kendaraan dapat diatur secara manual, misalnya, dapat dinaikkan hingga 20 mm dengan satu sentuhan tombol, saat melintasi permukaan jalan bergelombang atau curam.
Fitur Reversing Assistant juga menjadi perlengkapan standar mobil ini. Jadi, saat keluar dari ruang parkir atau bermanuver di area sempit, sistem ini dapat memundurkan kendaraan hingga 50 meter dengan mengarahkannya di sepanjang garis yang sama persis dilalui saat bergerak maju.
Bowers & Wilkins Diamond Surround Sound System jadi piranti audio standar mobil ini, yang didukung 10-channel amplifier 1400 W, 16 speaker dengan diamond tweeter berteknologi spiral Nautilus, Kevlar dan Rohacell untuk menghasilkan suara jernih.
Kunci mobil yang disebut BMW Display Key juga lebih canggih. Selain bisa memantau kondisi dan status mobil, perangkat tersebut bisa membantu pemilik untuk mengontrol maju dan mundurnya mobil ketika terjebak tak cukup ruang untuk memasuki kabin mobil dari luar.
Saat menjajal performa mobil ini, mesin berkapasitas 3.000 cc TwinPower Turbo nyaris tak terdengar untuk ukuran 6 silinder segaris, padahal kaca mobil juga tak menggunakan double glass untuk mereduksi suara dari luar.
Meski mesinnya mirip dengan generasi sebelumnya namun tenaga mobil ini lebih tinggi 16 dk di angka 340 dk ketimbang versi sebelumnya dengan torsi sebesar 450 Nm. Transmisi 8 percepatan Steptronic-nya pun tak perlu diragukan kehalusannya saat beroperasi. Sayang, bentuk dan visual strut bar yang bertengger di samping mesin kurang menonjolkan estetika karena lebih terkesan besi biasa yang dipipihkan untuk mobil dengan harga miliaran.
Berkendara di malam hari makin terasa pede berkat lampu utama yang menggunakan tipe adaptive dan laser headlight sehingga sinar akan mengikuti ke arah setir berbelok. Sayangnya, suspensi terlalu lembut saat dikendarai di mode Eco, mungkin jika ada speed bump atau 'polisi tidur' yang tinggi akan mentok ke sasis jika tak berjalan sangat pelan ketika melewatinya.
BMW Operationg System 7.0 juga memungkinkan pengguna BMW 740Li Pure Opulence ini bisa menggunakan kontrol gestur tangan dan iDrive Controller pada layar berdimensi 12,3 inci, hingga melalui voice command BMW Intelligent Personal Assistant. Canggih ya!
Jadi, para bos sudah tentukan pilihan dengan mobil seharga Rp 2,299 miliar (off-the-road) ini?