
Banyak opini orang awam tentang eksterior mobil ini selama KabarOto melakukan pengetesan, mulai dari mobil mainan, mobil masa depan, mobil lucu dan sebagainya. Intinya adalah begitu mobil ini melintas, sekitar 80% mata melirik mobil seharga Rp1,3 miliaran (off-the-road) ini.
Hal tersebut tentunya didukung oleh penampilan bodi keseluruhan yang terlihat layaknya city car futuristik. Jika diperhatikan secara detail, kidney gril khas BMW tak lagi memiliki ventilasi masuk ke dalam bonnet. Wajar saja, karena mobil ini ditenagai baterai yang tak membutuhkan pendinginan ekstra layaknya mesin konvensional.
Bagian atapnya juga menggunakan glass roof, sekilas, fitur sunroof tak terlihat jelas jika dilihat dari atas karena menimbulkan efek seperti menyatu dengan atap secara keseluruhan.
Makin unik, mobil terlihat seperti aliran modifikasi DUB City yang populer di awal tahun 2000-an dengan pelek alloy berdimensi 20 inci desain double-spoke yang lebih lebar 20 mm dari versi sebelumnya.
Agar tak cingkrang, BMW i3S mengalami penurunan suspensi 10 mm dengan tipe sport, artinya, pengendalian pun harusnya lebih stabil. Hasilnya pun positif, ketika kami memasuki kabin bernuansa futuristik tersebut dan berkendara, kemudi terasa sangat responsif, tak seperti mobil konvensional pada umumnya. Bahkan, tak terasa seperti membelokkan roda berdiameter 20 inci yang berat.
Baca Juga: Test Drive BMW 530i M Sport CKD - Serba Nyaman Dengan Paket M Sport