KabarOto pun segera menjalankan CR-V tersebut, menyusuri jalan protokol Ibu Kota Jakarta. Saat berjalan pelan, semua terasa biasa saja tak ada sesuatu yang istimewa. Apalagi saat pengetesan, jalan Sudirman yang KabarOto lalui sedang mengalami kemacetan.

Namun seperti yang sudah disebutkan di atas, karena Honda CR-V memiliki dimensi yang terbilang kompak, tidak sulit untuk bermanuver di jalur macet kota Jakarta.

Selama perjalanan di dalam kota, KabarOto memilih mode Econ, agar konsumsi bahan bakarnya lebih efisien. Memang tarikannya terasa agak berat, toh saat macet pun tak butuh akselerasi yang agresif.

Mesin 1.5L bertenaga 187,4 dk

Berhasil melewati rute yang macet, KabarOto memilih mengajak Honda CR-V Prestige ke ruas tol dalam kota untuk selanjutnya menuju Bogor. Ketika memasuki jalan tol, mode pengendalian Econ dimatikan.

Tak diduga, akselerasinya menjadi lebih nendang. CR-V dibekali mesin 1.498 cc, 4 silinder segaris, 16 valve VTEC Turbo. Di atas kertas, tenaga Maksimum yang bisa dihasilkan berada di angka 187,4 dk pada putaran mesin 5.600 rpm dan torsi maksimum 240 Nm pada 2.000-5.000 rpm.

Pantas saja akselerasi terasa enteng, meski dari kecepatan 100 kpj keatas menjadi tas seresponsif di awal. Tapi itu dilakukan, dengan menggunakan transmisi di posisi D. Begitu dipindah ke Sport, tenaganya terasa mengalir di tiap putaran mesin, tarikan pun terasa lebih agresif karena tendangan turbo.

Lanjut Baca lagi