Sebagai varian tertinggi dari Stargazer, Prime di lengkapi dengan meja kecil yang posisinya berada di belakang jok pengemudi dan penumpang depan. Akses menuju jok baris ketiga butuh usaha dengan melewati bagian tengah jok, atau menggeser jok ke depan agar bisa lewat dari samping.
Untuk penumpang dengan tinggi 176 cm duduk di jok baris ketiga terasa sempit, kaki akan menekuk. Jok bisa dilipat hingga rata lantai bagasi, hal ini untuk memberikan ruang bagasi yang lebih luas.
Tak ketinggalan untuk varian Prime sudah dilengkapi dengan AC double blower, memberikan pendinginan maksimal untuk penumpang baris kedua hingga ketiga.
Kelengkapan lainnya adalah tombol start/stop untuk menghidupkan dan mematikan mesin mobil, kemudian ada mode berkendara, dan pengoperasian pendingin kabin (AC) menggunakan model digital sehingga terlihat lebih modern.
Posisi mengemudinya cukup nyaman dengan pandangan yang luas, sayangnya harus menyesuaikan dengan adanya spidometer yang agak tinggi karena bingkai berbentuk kotak. Posisi head unit dengan tombol pengoperasian pada lingkar kemudi, memudahkan pengguna saat dalam perjalanan khususnya pengemudi.
Ruang kaki penumpangnya sesuai ergonomi tubuh di depan dengan tinggi 176 cm, begitu juga dengan penumpang baris kedua. Jok captain seat menambah kesan ekslusif dan nyaman dengan posisi sandaran dan jarak posisi yang dapat di sesuaikan.
Terdapat charger untuk smartphone berupa power outlet dan konektor USB di depan, pada baris kedua tersedia 2 konektor USB dan baris ketiga hanya berupa power outlet saja.
Koneksi head unit menggunakan bluetooth untuk tersambung ke handphone, sanggup memutar lagu dengan format MP3 dan video MP4 melalui koneksi USB.
Menariknya terdapat ruang penyimpanan yang cukup luas di depan, celah memanjang pada dasbor bisa dimanfaatkan untuk menyimpan barang. Sedangkan konsol tengah dengan 2 penyimpanan tempat minum, dan laci melengkapi ruang penyimpanan pada LMPV 7 penumpang ini.
Mesin dan Fitur
Jantung mekanis Hyundai Stargazer Prime dibekali mesin 4 silinder DOHC berkapasitas 1.497 cc dengan tenaga 113 dk pada 6.300 rpm dan torsi maksimal 144 Nm pada 4.500 rpm. Transmisi menggunakan model Intelligent Variable Transmission (IVT), 6 percepatan dengan penggerak roda depan (FWD).
Kabarnya mesin yang digunakan sama seperti pada Hyundai Creta. Mesin 4 silinder tersebut pada Stargazer Prime didukung penggerak roda depan
Ada satu hal menarik, beberapa waktu yang lalu tim KabarOto sempat menanyakan perihal parkir paralel Hyundai Stargazer. Biasanya pada transmisi tersedia tombol atau colokan untuk membuat tuas transmisi digeser ke posisi N.
Nah, Hyundai Stargazer dilengkapi fitur key-shift interlock. Saat meletakkan shifter ke posisi parkir, fitur akan menguncinya. Untuk keluar dari posisi parkir, kita harus memasukkan kunci ke dalam kunci kontak dan memutar kunci kontak ke posisi on atau run.
Baca juga: Test Drive Hyundai Kona Electric Signature AT, Kompak dan Ringkas
Kemudian non aktifkan rem tangan (hand brake) dan injak rem, matikan mesin kendaraan, dan pindahkan transmisi dari P ke N dan injak pedal rem disaat bersamaan. Mobil akan memberikan waktu selama 3 menit untuk memindahkan transmisi.
Kembali pada performa mesin, tarikan mesinnya tidak terlalu galak, hening dengan perpindahan gigi yang halus layaknya transmisi model CVT pada umumnya, walaupun puhak Hyundai menyebutnya Intelligent Variable Transmission (IVT).
Untuk mencapai kecepatan maksimal 100 kpj tidak terlalu sulit, di jalan bebas hambatan kendaraan meluncur stabil, saat diajak manuver berbelok di kawasan Puncak, Jawa Barat, juga tetap nyaman dengan kecepatan 60-80 kpj.
Diajak nanjak juga tidak rewel, limpahan tenaga 115 dk terasa namun agak sedikit tersendat yang akhirnya membuat menekan gas dalam (kick down) langsung otak ECU memerintahkan perpindahan gigi lebih rendah, dan mobil pun menanjak dengan lebih bertenaga.
Konsumsi bahan bakar rata-rata dalam kota, dengan rute kota Bogor menuju BSD City berjarak 49 km sekali jalan, menorehkan angka 13,2 kpl. Sedangkan untuk jalur luar kota, menempuh jarak hampir 73,2 km sekali jalan dengan rute BSD City menuju Cigombong via jalan tol, mencetak angka 18,7 kpl.
Untuk fitur, dilengkapi dengan Forward Collision-avoidance Assist (FCA) memperingatkan pengemudi ketika sistem mendeteksi ada risiko benturan dari arah depan, Lane Following Assist (LFA) kamera depan melacak penanda garis jalur dan membantu menjaga kendaraan tetap aman di tengah jalur, High Beam Assist (HBA) mengubah kondisi lampu high beam menjadi low beam saat mendeteksi kendaraan yang melaju dari arah berlawanan pada malam hari, serta Lane Keeping Assist (LKA) sistem akan memperingatkan pengemudi jika kendaraan tersebut meninggalkan jalur tanpa menggunakan lampu sein.
Ada juga fitur Blind-spot Collision-avoidance Assist (BCA - Dari parkir paralel) memonitor blind-spot Anda saat berkendara. Jika ada kendaraan lain yang terdeteksi di sekitar mobil, Rear Cross-traffic Collision-avoidance Assist (RCCA) memperingatkan apabila ada kendaraan di jalur belakang yang mendekat pada saat mundur dan melakukan pengereman darurat jika diperlukan, Rear View Monitor (RVM) kamera belakang akan memonitor area belakang mobil, dan terakhir adalah 6-Airbag system (Driver, Passenger, Side & Curtain).
Secara keseluruhan, LMPV 7 penumpang ini memiliki keunggulan dalam hal kenyamanan dan kestabilan saat di jalan bebas hambatan. Walaupun memiliki jarak pijak tidak setinggi LMPV sekelasnya, namun menjadi modal untuk membantu stabilitas di jalan raya. Kinerja suspensi menjadi nilai tambahan, mungkin akan lebih empuk jika profil ban menggunakan yang lebih tebal.
Spesifikasi
|
Properti |
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) |
|
Harga |
Rp 311.800.000 (OTR Jabodetabek) |
|
Dimensi (PxLxT) |
4.460 mm (panjang), 1.780 mm (lebar), 1.690 mm (tinggi) |
|
Sumbu Roda |
2.780 mm |
|
Mesin |
Smartstream 4 silinder DOHC |
|
Kapasitas |
1.497 cc |
|
Transmisi |
Intelligent Variable Transmission (IVT), 6 percepatan |
|
Penggerak Roda |
Front Wheel Drive (FWD), depan |
|
Suspensi |
Double wishbone (depan), Torsion beam (belakang) |
|
Rem |
ABS, cakram ventilasi (depan), cakram (belakang) |
|
Pelek dan Ban |
16 inci, 205/55 R16 |
|
Bahan Bakar |
Ron 92 |
|
Kapasitas Tangki Bahan Bakar |
40 liter |
|
Konsumsi Bahan Bakar |
13,2 kpl (dalam kota), 18,7 kpl (luar kota) |
|
Rute Pengujian |
Jakarta-Bogor-BSD City-Parung-Puncak-Cigombong |
|
Jarak Tempuh Pengujian |
527 km |