Test Drive Hyundai Kona Electric Signature AT, Kompak Dan Ringkas

Test Drive Hyundai Kona Electric Signature AT, Kompak dan Ringkas Foto: KabarOto

KabarOto.com - Hyundai Motors Indonesia (HMID) menghadirkan Hyundai Kona Electric untuk konsumen Tanah Air. Sport Utility Vehicle (SUV) kompak ini hadir untuk mengisi pasar kendaraan tersebut di pasar lokal, namun dengan tenaga listrik. Ini merupakan upaya HMID untuk terus mengisi pasa kendaraan listrik lokal dengan beragam model, model Ioniq sebelumnya hadir sebagai pelopor kendaraan listrik Hyundai di Indonesia.

Kona memainkan peran kunci dalam strategi elektrifikasi Hyundai yang lebih luas, menggabungkan powertrain elektrifikasi dengan konfigurasi bodi SUV sub-kompak yang stylish. Faktanya, Kona adalah SUV Hyundai pertama yang tersedia dengan mesin listrik penuh di Indonesia.

KabarOto berkesempatan menjajal selama 1 minggu kendaraan listrik Hyundai Kona ini, merasakan performa dan kenyamanan diberbagai medan. Serta keunggulannya dibandingkan kendaraan dengan mesin bensin konvensional.

Baca juga: HMID Investigasi Penyebab Cat Hyundai Ioniq 5 Terkelupas Karena Lakban

SUV Hyundai pertama yang tersedia dengan powertrain full-electrified di Indonesia

Eksterior

Tidak banyak perbedaan desain dengan Hyundai Kona dengan mesin bensin, yang membedakan pada bagian fascia depan. Secara dimensi memang tidak jauh berbeda, Hyundai membedakannya pada bumper depan dan tutup konektor pengisian listrik di atas bumper depan.

Elemen desain Hyundai Kona di bagian depan dan belakang memberikan tampilan yang canggih sekaligus menjaga ciri khas pencahayaannya. Desain depan yang mencolok menonjol dengan garis karakter sporty dan lapisan pelindung. Kap yang diregangkan turun tajam di atas kisi-kisi dengan bentuk yang lebar dan khas, memberikan Kona karakter modern.

Lampu LED daytime running (DRL) berada di atas lampu utamanya. Menggendong teknologi LED memberikan penerangan jelas di malam hari. KabarOto merasakan betapa terangnya cahaya lampu ketika menerabas jalur jalan Cihideung pada malam hari, sinar putih menambah jelas kontur jalan yang akan dilewati.

Di bawah, bumper terhubung dengan mulus menuju sepatbor, membentuk motif seperti pelindung yang kuat yang kontras dengan bodinya. Kona meiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.570 mm dan sumbu roda 2.600 mm, memberikan tampilan proporsional dan dinamis untuk menyeimbangkan tampilan visualnya yang lebar.

Garis bodi dari depan hingga belakang, merupakan langkah aerodinamis dari Hyundai untuk meningkatkan aliran udara saat berkendara. Lekuk bodi memperlihatkan karakter maskulin dari SUV asal Korea tersebut.

Sementara lampu belakang menampilkan grafis horizontal, yang mencerminkan identitas unik dari tanda iluminasi depan. Fasia belakang, yang juga mengikuti konsep bagian depan dengan lekukan untuk meningkatkan aerodinamik.

Sebagai sebuah SUV tetap menghadirkan ciri khas, roof rail yang membentang di atap dan antena shark fin sebagai pelengkap. Spoiler belakang minimalis, dengan diffuser belakang warna abu.

Kendaraan listrik ini memiliki bobot 2.020 kg, menggunakan pelek 17 inci dengan ban berukuran 215/55 R17. Ban profil tipis dengan pelek besar, membuat tampilannya tambah kekar. Ban dengan tapak lebar ini, membantu memberikan traksi ke permukaan jalan aspal saat berkendara pada kecepatan tinggi dan manuver berbelok.

Kona Electric dikembangkan dengan fokus pada peningkatan dinamika berkendara dan kinerja responsif untuk berbagai kondisi berkendara perkotaan dan multi-permukaan. Jarak sumbu roda yang panjang, overhang pendek, dan lintasan lebar menciptakan posisi berdiri yang menghasilkan kelincahan di lingkungan perkotaan dengan stabilitas linier yang ditingkatkan dan kenyamanan berkendara.

Baca juga: Pelek Rays Gram Light 57CR Lengkapi Hyundai Kona Electric Di PEVS 2022

Melintas senyap tanpa suara mesin layaknya mobil konvensional

Interior

Interior Kona Electric dirancang untuk mengekspresikan penampilan yang lebih canggih dan progresif, didominasi dengan warna hitam. Tampilan yang kokoh namun halus, cocok dengan tampilan eksterior yang berani, cocok disandingkan dengan gaya hidup aktif.

Smart key entry memungkinkan anda memasuki kendaraan hanya dengan menyentuh gagang pintu, selama kunci anda kantongi di saku baju atau celana. Untuk menyalakan mesin listrik, cukup menekan tombol start/stop.

Dasbor seperti menyambung dengan konsol tengah, menekankan tata letak horizontal, tampak lebar untuk suasana yang lapang. Rem parkir elektronik menjadi perlengkapan standar, bagian setir terdapat tombol cruise control, Lane Following Assist dan audio sebagai fitur kenyamanan.

Instrumen cluster 10,25 inci juga memiliki desain menarik, full digital menampilkan kecepatan, kapasitas baterai, jarak tempuh, trip meter dan konsumsi listrik. AC auto model digital namun hanya single zone.

Area penyimpanan konsol tengah dilengkapi dengan pengisian daya nirkabel, charging USB dan dua buah glove box. Juga charging dengan akses port USB untuk penumpang baris kedua. Jok dilapis dengan bahan kulit warna hitam.

Selama perjalanan memang terasa senyap, tanpa suara mesin. Terdengar hanya suara gemuruh ban berputar, terpantul melalui sepatbor. Sayangnya begitu hujan, gemericik air hujan agak mengganggu, hujan semakin besar maka jatuhan air di atap jelas terdengar.

Head unit dengan layar 8 inci dilengkapi fasilitas multimedia, dengan kemampuan koneksi Android Auto dan Apple CarPlay. Konektor USB, memungkinkan menyimak lagu file MP3 favorit yang tersimpan pada USB flash drive milik anda. Kualitas audionya cukup nyaman, dengan suara vokal penyanyi dan alat musik yang detil.

Fitur Shift-by-wire (SBW) membuat pengoperasian transmisi otomatisnya, hanya dengan menekan tombol. Ini terlihat modern dan futuristik, seperti pada Hyundai Staria.

Posisi mengemudinya juga cukup nyaman, untuk ukuran pengemudi dengan tinggi 176 cm. Jok bisa disetel dengan menggunakan tombol, maka posisi bergeser secara motorik, sayangnya setting lumbar hanya tersedia pada jok pengemudinya saja.

Desain jok menopang pengemudi bertubuh gemuk, lekukan busa membuat pengemudi tidak bergeser ketika kendaraan diajak bermanuver sedikit tajam. Kemudian visibilitasnya juga baik, pengemudi bisa melihat dengan jelas situasi depan kendaraan. Sensor juga akan memperingatkan jika terlalu dekat posisinya dengan kendaraan di depannya.