Baca juga: Profil Mitsubishi Fuso ECanter
Performa
Untuk diketahui, Mitsubishi Outlander PHEV dibekali dengan mesin bensin 4 silinder DOHC berkapasitas 2.399 cc, bertenaga maksimal 132,8 dk dengan torsi 211 Nm. Mesin bensin tadi dikombinasikan dengan motor listrik, bertenaga 80 dk pada roda depan dan 94 dk untuk roda belakang. Transmisinya mengandalkan model CVT, perpindahan yang lebih halus juga efisien bahan bakar lebih baik.
Awal menyalakan kendaraan, bukan mesin konvensional yang menyala, melainkan tenaga listrik sehingga terasa hening. Kemudian AC dihidupkan pun, mesin belum mau menyala. Baru ketika mulai jalan beberapa saat kemudian, baru mesin menyala, kondisi ini terjadi saat baterai 80%.
Berbeda jika tinggal 20% atau 30%, mesin listrik tetap bekerja lebih dahulu setelah AC menyala barulah mesin bensin menyala untuk melakukan pengisian baterai listrik.
Kehadiran Outlander PHEV sebagai upaya untuk mendukung dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik, produk andalan dari PT MMKSI yang ramah lingkungan dengan teknologi tinggi. Diharapkan, mampu mengubah mobilitas masyarakat yang penuh polusi menjadi aktivitas lebih bersahabat untuk lingkungan, dan tentu saja irit bahan bakar.
Terbukti untuk menempuh Jakarta ke Bandung sejauh 151 km melalui jalan Tol, sanggup mencetak hingga 25 kpl itu bergantian mesin bensin dan listrik bekerja. Sedangkan untuk dalam kota, sanggup mencetak angka 15 kpl dengan cara kondisi mesin bekerja bergantian, tergantung kondisi baterai.
Menghadapi jalan menanjak bukan perkara sulit, tenaga mobil seperti tidak habis ketika mesin listrik juga digunakan.
Mitsubishi Outlander PHEV menonjolkan sistem full-time, twin-electric motor 4WD yang menyediakan distribusi torsi yang cepat dan optimal. Motor dipasang secara terpisah di gandar depan dan belakang untuk menghadirkan kinerja 4WD yang presisi dan responsif dengan sistem S-AWC yang memastikan stabilitas berkendara yang sangat baik dan penanganan linier yang intuitif. Baterai yang memasok listrik untuk motor adalah baterai lithium-ion 12kWh berkapasitas tinggi.
Saat berakselerasi, memang tidak secepat mobil listrik. Masuk putaran mesin 2.000 rpm maka secara otomatis mesin bensin akan menyala, untuk memberikan tambahan tenaga saat berakselerasi. Di jalan bebas habatan, Kami tidak berani memacu lebih cepat sesuai aturan berkendara perihal batas maksimal, namun sebagai gambaran saja untuk mencapai 120 kpj, hanya dalam hitungan di bawah 10 detik saja.
Tersedia tiga mode penggerak: EV (mode listrik penuh), hibrida seri (tenaga listrik dengan pengoperasian generator) dan hibrida paralel (tenaga mesin dan bantuan motor listrik). Sistem PHEV secara otomatis memilih mode berkendara yang paling efisien dengan mempertimbangkan kondisi jalan dan faktor lainnya. Sistem ini juga dilengkapi mode pengereman regeneratif, di mana listrik ditangkap saat pengereman.
Sistem S-AWC yang ditemukan pada Outlander PHEV adalah aplikasi khusus Super All-Wheel Control yang diturunkan dari Lancer Evolution yang dikembangkan secara khusus untuk konfigurasi motor listrik kembar Outlander PHEV yang unik untuk kinerja maksimum, efisiensi, kemudahan traksi, dan keamanan.
Outlander PHEV bisa digunakan di medan ekstrem karena didukung teknologi SUV dan menggunakan penggerak empat roda (4WD). Sayangnya, tidak bisa kami lakukan untuk melibas jalan off-road, ban yang digunakan tidak terlalu mendukung kondisi medan jalan.
Pengujian
Terdapat paddle shift, yang biasanya berfungsi untuk menaik dan turunkan gigi transmisi. Pada Outlander PHEV agak berbeda, fungsi paddle shift lebih banyak digunakan untuk memberikan engine brake, di mana hal ini bisa berfungsi untuk melakukan pengisian baterai sambil berkendara.
Dibutuhkan beberapa waktu penyesuaian, agar bisa menyetir kendaraan ini dengan nyaman. Harus terbiasa membawa kendaraan dengan mengatur ritme, sehingga sambil berkendara juga bisa membantu pengecasan baterai.
Tidak perlu khawatir, kapasitas minim baterai bisa kembali terisi dengan melakukan pengecasan yang tersedia di pusat perbelanjaan, beberapa SPBU dan diler Mitsubishi terdekat di kota anda.
Kinerja suspensinya cukup empuk, manuver berkendara tetap stabil walaupun dimensi kendaraan besar. Satu hal lagi, kabin terasa cukup tenang. Sepertinya penggunaan peredam banyak membantu, apalagi penempatan baterai di bawah, tentu membuat pihak pabrikan menggunakan beberapa lapisan penutup yang rapat agar tidak mudah masuk air bahkan tahan benturan.
Spesifikasi
| Property | PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) |
| Kendaraan | Mitsubishi Outlander PHEV |
| Harga | Rp 898 juta (OTR Jabodetabek selama Agustus 2022) |
| Dimensi (PxLxT) | Panjang 4.695 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.710 mm |
| Sumbu Roda | 2.670 mm |
| Bobot | 2.396 kg |
| Mesin | 4B12 4 Silinder SOHC 16 Katup |
| Kapasitas | 2.399 cc |
| Mesin Listrik | 2 Motor listrik (depan dan belakang), Baterai Lithium-ion 12 kWh 300 V |
| Tenaga | Mesin bensin: 126 dk, Motor Listrik: 80 dk (depan) dan 93 dk (belakang) |
| Torsi | Mesin bensin: 199 Nm, Motor Listrik: 157 Nm (depan) dan 195 Nm (belakang) |
| Transmisi | CVT |
| Jenis Bahan Bakar | Ron 92 |
| Suspensi | MacPherson Strut (depan0, multi-link (belakang) |
| Rem | ABS, Electronic Brake-force Distribution (EBD) and Brake Assist. Cakram ventilasi (depan) dan cakram (belakang) |
| Fitur | Forward Collision Mitigation (FCM), Blind Spot Monitoring, Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Multi-Around view, Super All-Wheel Control (S-AWC), Adaptive Cruise Control (AAC) |
| Pelek dan Ban | 18 inci, ban 225/6 5 R18 |
| Rute Pengujian | Jakarta-Bogor-Puncak-Jakarta-Bandung |
| Jarak Pengujian | 658 km |
| Konsumsi Bahan Bakar | 25 kpl (Luar Kota), 15 kpl (Dalam Kota) |