Kemudian dilengkapi fitur untuk memberikan dukungan berkendara yang aman, seperti Forward Collision Mitigation (FCM), Automatic High Beam (AHB), Lead Car Departure Notification (LCDN), Blind Spot Warning dengan fungsi Lane Change Assist (BSW/LCA), dan sistem Rear Cross Traffic Alert (RCTA).
Melintas jalan tol Jagorawi dan Bocimi dengan mode Normal, secara maksimal memacu kendaraan hingga menyentuh batas kecepatan 120 kpj. Akselerasi dengan putaran mesin bawah memang tidak terlalu galak, ini menjadi karakter penggunaan transmisi CVT yang punya sifat kalem dan halus perpindahannya. Serta mobil tetap stabil saat dipacu pada kecepatan tinggi.
Pengereman menggunakan sistem ABS dengan piringan cakram berventilasi untuk depan dan belakang, hal ini memberikan kualitas pengereman yang lbaik dan pakem. Terlebih melintas turunan tajam disambung dengan belokan, kinerja rem XForce mumpuni untuk menahan laju dan beban kendaraan saat akan memasuki sebuah tikungan.
Pengereman yang baik, akan menambah rasa percaya diri berkendara. Apalagi XForce mengusung transmisi CVT yang pintar, dikatakan demikian karena mampu membaca kondisi jalan dan kemudian mengatur rasio yang tepat agar aman dan nyaman saat berkendara dengan SUV 5 penumpang ini.
Baca juga: Mitsubishi XForce Dibekali Fitur Driving Score, Ini Fungsinya
Jantung pacu Mitsubishi XForce dibekali mesin berkode 4A91 dengan spesifikasi 4 silinder, DOHC, dan kapasitas 1.499 cc, sanggup memuntahkan tenaga maksimal sebesar 103 dk pada 6.000 rpm dan torsi 141 Nm pada 4.000 rpm. Dilengkapi transmisi CVT yang memiliki 8 percepatan.
Saat melakukan perjalanan, mobil diisi 3 orang dewasa dengan rincian 2 orang bertubuh besar. Luapan tenaga dari mesin tersebut ternyata sanggup diajak melibas tanjakan di Cikidang, tidak ada masalah kehabisan tenaga. Bahkan menekan pedal gas lebih dalam, tenaga mesin bertambah saat menanjak.
Kinerja mesinnya baik dengan minim getaran dan suara yang menginduksi ke dalam kabin, akselerasi kendaraan masih terasa berat karena penggunaan trasmisi CVT yang punya karakter halus, namun dengan menekan tombol drive (DS) pada sisi tongkat transmisi ternyata cukup membantu namun mesin menjadi menjerit lebih keras.
Mode DS ini akan memanipulasi transmisi untuk bereaksi lebih cepat. Resikonya adalah konsumsi bahan bakar akan lebih boros. Karena putaran mesin jadi lebih tinggi pada setiap perpindahan gigi transmisi.
Nah, untuk konsumsi bahan bakarnya menempuh jalur luar kota atau tol sepanjang 134 km, mencetak angka 19,7 kpl. Sedangkan untuk dalam kota menempuh jarak 125 km tanpa jalan tol, konsumsi bahan bakarnya adalah 12,2 kpl dengan selama pengujian ini menggunakan bahan bakar dengan Ron 92.
|
Properti |
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) |
|
Harga |
Rp 412,9 Juta |
|
Dimensi |
Panjang 4.390 mm, lebar 1.810 mm dan tinggi 1.660 mm |
|
Sumbu Roda |
2.650 mm |
|
Ground Clearance |
222 mm |
|
Mesin |
4A91, 4 silinder, DOHC, MiVEC |
|
Kapasitas |
1.499 cc |
|
Transmisi |
CVT |
|
Tenaga |
103 dk @6.000 rpm |
|
Torsi |
141 Nm @4.000 rpm |
|
Bahan Bakar |
Bensin, RON92 |
|
Kapasitas Tangki BBM |
42 Liter |
|
Suspensi |
McPherson Strut (depan), Torsion Beam (belakang) |
|
Rem |
ABS, EBD Cakram Ventilasi (depan, belakang) |
|
Pelek dan Ban |
18 inci, ban 225/50 R18 |
|
Rute Pengujian |
BSD City - Jakarta - Bogor - Ciawi - Pelabuhanratu |
|
Jarak Pengujian |
638 km |
|
Konsumsi Bahan Bakar |
19,7 kpl (luar kota), 12,2 kpl (dalam kota) |