Ruang bagasi juga akan makin luas jika kursi baris ketiganya dilipat, kemudian AC double blower membantu untuk mendinginkan ruangan belakang kabin. Menjadi perhatian utama adalah banyaknya glove box yang tersedia cukup banyak, sekitar 14 tempat yang tersebar di seluruh penjuru kabin, di depan ada 6, tengah terdapat 6 dan belakang ada 2. Kemudian untuk charging telpon genggam atau tablet tersedia power outlet USb di depan, kabin tengah hingga kursi baris ketiga.
Baca juga: Video Review New Mitsubishi Xpander
Menyalakan mesin mobil tidak perlu lagi memutar kunci, cukup tekan tombol start/stop maka mesin pun akan menyala. Tersedia pada Xpander Ultimate CVT yaitu sensor parkir dan kamera belakang memudahkan ketika akan memarkirkan kendaraan.
Eksterior
Penampilan paling mencolok adalah model lampu depan yang menggunakan model desain "T" yang sudah berteknologi LED. Model gril baru dengan black krom dan bagian samping dengan krom model biasanya. Begitu juga dengan lampu belakang dengan desain baru model "T" shape berteknologi LED.
Kemudian pelek untuk varian Ultimate CVT ini kini menggunakan ukuran 17 inci dengan ban 205/55, pelek model palang dengan ban profil termasuk rendah. Nyaman untuk diajak manuver dan stabil di jalan raya karena tapaknya yang lebar, terasa agak keras melewati jalan bergelombang karena ban profil rendah.
Kemudian antena menggunakan model shark fin seperti pada kendaraan premium, dan bagian atas pintu belakang dibuat seperti model spoiler yang minimalis. Desain buritan juga memiliki desain bumper baru dengan penambahan kaca reflektor model berdiri pada sisi bawah kiri dan kanan, begitu juga desain diffuser belakang baru.
Untuk kaca belakang tersedia wiper dan window defogger yang akan membantu menghilangkan kabut dan berkendara saat kondisi hujan dan cuaca dingin, membantu visibilitas ke belakang kendaraan saat di jalan.
Suspensinya tidak ada perubahan, tetap menganut Macpherson strut dengan per spiral di depan dan torsion beam di belakang, redaman suspensinya cukup baik saat melintas jalan bergelombang dan menahan bobot mobil saat melakukan manuver di tikungan, sehingga mobil tetap stabil. Kaki-kaki New Xpander diklaim mendapatkan revisi agar handling lebih stabil dan nyaman bagi pengendara dan penumpangnya.
Dengan radius putar 2,5 meter, putar balik tidak menemui kendala. Kinerja suspensi tadi di kawinkan dengan Active Stability Control (ASC) membuat mobil stabil saat bermanuver, sama-sama ditunjang juga oleh kinerja suspensinya yang baik. Sistem pengereman juga sudah mengadopsi ABS dengan dukungan EBD plus BA dan dual airbags menjadi fitur keselamatan yang tersemat pada New Xpander Ultimate ini.
Baca juga: Sejarah Awal Mitsubishi Xpander Di Indonesia, Bermula Dari Riset Aliansi 3 Pabrikan Otomotif
Performa
Jantung mekanis New Mitsubishi Xpander Ultimate CVT ini mengandalkan mesin 4 silinder DOHC MIVEC dengan kapasitas 1.499 cc, transmisinya menggunakan CVT dengan 8 percepatan. Kebaruan lainnya adalah penambahan Exhaust Gas Recirculation (EGR) yang klaimnya makin membuat mobil makin efisien dan menekan emisi gas buang dari mesin generasi sebelumnya.
Kemudian unit Engine Control Unit (ECU) mesin generasi terbaru Xpander sudah di tuning ulang, dengan perbaikan yang lebih baik lagi. Tak heran jika tenaga mesinnya mencapai 105 dk pada putaran mesin 6.000 rpm dan torsi maksimal 141 Nm pada 4.000 rpm. Sebagai informasi terdapat peningkatan tenaga mesin, dari sebelumnya hanya 103 dk pada 6.000 rpm.
Saat pengujian, KabarOto menempuh perjalanan dari Bogor hingga Cigombong (sebelum Sukabumi) menggunakan jalur tol Jagorawi dan Bocimi. Performa mesin terasa cukup bertenaga, walaupun tarikan awalnya tidak secepat transmisi otomatis sebelumnya. Namun perpindahan gigi transmisinya tidak terasa dan cukup halus, putaran menengah ke atas yang cepat sehingga dipacu 120 kpj bukan perkara sulit.
Dengan menempuh jalur tol Jagorawi dan Bocimi, konsumsi bahan bakar New Xpander Ultimate mencatak angka 18,7 kpl. Untuk konsumsi bahan bakar dalam kota, KabarOto menempuh perjalanan dari BSD ke Bogor via wilayah Parung dan Semplak yang kemudian menikmati kemacetan kota Bogor di hari Minggu, hasilnya mobil ini sanggup mencetak angka 10,9 kpl.
Salah satu yang berperan membuat kendaraan kendaraan lebih irit juga adalah fitur auto star/stop engine, saat berhenti mesin kendaraan akan mati dan akan menyala kembali begitu pedal rem dilepas atau diangkat.
Menghadapi jalan menanjak di kawasan Sentul Selatan dan Bojong Koneng dibebani degan 5 orang penumpang, Xpander ini masih sanggup melibasnya dengan baik. Sempat dicoba berhenti ditanjakan, fitur auto hold dan HSA membantu kendaraan tidak menggelinding mundur.
Kesimpulannya, Xpander Ultimate CVT ini mengalami beberapa koreksi mulai dari tampilan, mesin hingga mengaplikasi transmisi CVT seperti layaknya mobil-mobil modern saat ini. Hasilnya cukup memuaskan, performa memuaskan dengan tingkat kenyamanan yang baik menjadi modal utama kendaraan ini melenggang di pasar otomotif Tanah Air.
Penambahan fitur dan perubahan desain di bagian lampu, gril dan dasbor merupakan upaya Mitsubishi Motors untuk membuat kendaraan primadona baru ini tetap update dan meningkatkan kemampuan serta kenyamanannya demi kepuasan penggunanya.
Data Spesifikasi
|
Property |
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) |
|
Harga |
Rp 299.770.000 (OTR Jabodetabek) |
|
Dimensi (PxLxT) |
4.495 x 1.750 x 1.750 mm |
|
Sumbu Roda |
2.775 mm |
|
Jarak Pijak |
205 mm |
|
Mesin |
4A91 MIVEC, 4 silinder DOHC, 16-Valve |
|
Kapasitas Mesin |
1.499 cc |
|
Transmisi |
CVT |
|
Tenaga |
105 dk @ 6.000 rpm |
|
Torsi |
141 Nm @ 4.000 rpm |
|
Suspensi |
Macpherson Strut with Coil Spring (depan), Torsion Beam (belakang) |
|
Rem |
ABS+EBD with BA, Disc brake (depan), tromol (belakang) |
|
Radius Putar |
5,2 meter |
|
Pelek dan Ban |
205/55R17 |
|
Fitur |
Hill Start Assist (HSA), Active Stability Control (ASC), Emergency Stop Signal (ESS), Rear Camera, Electrik Parking Brake, Parking Sensor, Cruise Control, Digital AC, Auto Hold, KOS + Start/Stop Engine, Keyless, Immobilizer, Dual Airbags |
|
Jarak Pengujian |
313 km |
|
Lokasi Pengujian |
Bogor - Parung - BSD City - Jakarta - Cigombong (via Tol Bocimi) - Bogor |
|
Konsumsi Bahan Bakar |
18,7 kpl (luar kota/Tol), 10,9 kpl (dalam kota) |
|
Jenis Bahan Bakar |
Ron 92 |