Setelah masuk kembali ke dalam tol, di kecepatan rendah semua berjalan normal tidak ada yang terasa istimewa. Apalagi unit yang kami gunakan saat melakukan perjalanan, memakai transmisi manual lima percepatan.

Namun karena kami harus sedikit mengejar waktu, agar dapat menuntaskan etape pertama ke Yogyakarta dalam waktu yang tidak terlalu malam, saya pun menambah kecepatan.

Saat melakukan akselerasi, terasa tendangan tenaga yang cukup responsif. Bahkan, ketika pedal gas diinjak lebih dalam sebelum pergantian gigi, terasa ada sisa tenaga yang masih dibisa dikeluarkan.

Oh iya, Toyota Innova Reborn ini menggunakan mesin diesel 2GD-FTV yang dibantu oleh turbo variable (VNT) dengan intercooler. Di atas kertas, mesin diesel tersebut sanggup menghasilkan tenaga sebesar 146 dk di putaran mesin 3.400 rpm dan torsi maksimal 342 Nm di putaran mesin 1.200-2.800 rpm.

Tenaga terasa 'ngisi' terus

Letupan tenaga dari mesin Innova ini benar-benar terasa mengasyikkan. Contohnya saat melewati ruas tol Semarang yang memiliki kontur berbukit, Kijang Innova terserbut dapat melahap dengan baik tanpa terasa kekurangan tenaga.

Bahkan ketiga melaju di posisi gigi tertinggi, dan akan menyalip kendaraan di depan, tak harus sampai menurunkan gigi perseneling ke posisi lebih rendah.

Lebih mantapnya lagi, ketika melaju di kecepatan lebih dari 100 kpj, Kijang Innova tersebut masih terasa sangat stabil. Begitu juga saat melewati tikungan, tak terasa gejala body roll berlebih.

Lanjut Baca lagi