Pengalaman berbeda KabarOto rasakan ketika motor ini diajak berboncengan dengan bobot test rider 95 kilogram ditambah 'boncenger' berbobot 60 kilogram, totalnya adalah 155 kilogram yang ditopang oleh SR GT 200 sepanjang kurang lebih 160 km dengan trek Pamulang, Tangerang Selatan ke kawasan Pancawati, Jawa Barat.
Menggunakan komposisi tersebut, sokbreker SR GT 200 tak terlalu bekerja dengan baik, pasalnya peredam kejut bagian belakang itu cenderung 'mentok' ketika melibas jalan bergelombang di kawasan Parung, Bogor, Jawa Barat.
Meski demikian, Aprilia SR-GT memiliki ground clearance 175 mm, yang diklaim merupakan pertama kali diadopsi di skutik premium. Hal ini memungkinkan pengendaranya dengan mudah mengatasi setiap gundukan di jalan dan turunan.
Baca juga: Mulai Rp60 Juta, 2 Tipe Aprilia SR GT Resmi Meluncur Di Indonesia

Mesin mumpuni tanpa pengereman yang ciamik, sama saja bunuh diri. Sistem pengereman cakram depan memiliki diameter 260 mm, dan cakram belakang 220 mm ternyata sanggup menahan laju skutik ini dengan baik di jalur aspal maupun berbatu atau semi off-road.
Pelek alloy ringan berukuran 14 inci di depan dan 13 inci di belakang pun dibantu ban Michelin Anakee dengan spesifikasi 110/80 di bagian depan dan 130/70 di bagian belakang.
Performa dan Konsumsi BBM
Beralih ke bagian dapur pacu, mesin 1 silinder SOHC i-get berkapasitas 174 cc dengan klasifikasi emisi Euro5, diklaim mampu menghasilkan tenaga 17,4 dk di 8.500 rpm dengan torsi 16,5 Nm di 7.000 rpm.
Semua model di jajaran Aprilia SR-GT dilengkapi dengan sistem Start & Stop yang dikenal dengan RISS (Regulator Inverter Start & Stop System). sistem ini bekerja secara otomatis mematikan mesin 1 sampai 5 detik setelah skuter berhenti, tergantung apakah mesin telah mencapai suhu operasi yang benar atau tidak.
Mesin tersebut terbilang mumpuni diajak berboncengan dengan komposisi yang telah disebutkan, dan masih sanggup melakukan manuver seperti menyalip dan menanjak bukit kurang lebih 45 derajat dengan mudah. Tak kalah penting, suara mesin yang dihasilkan pun relatif halus dan tak ada getaran-getaran yang signifikan.
Menempuh jarak 180 km, menggunakan skuter ini sanggup mencetak angka konsumsi bahan bakar sebesar 30 kpl, dengan kondisi jalan macet di kota Bogor dan lancar di kawasan Parung dan Cigombong. Bahan bakar yang digunakan adalah jenis bensin dengan Ron 92.
Dengan rentang harga Rp 60 jutaan, skutik asal Italia ini rasanya bakal turut menyumbang populasi roda dua yang ada di jalanan Tanah Air sebentar lagi. Tertarik?
Spesifikasi
| Properti | PT Piaggio Indonesia (PID) |
| Harga | Rp 60 Juta |
| Mesin | 1 silinder SOHC i-get, pendingin cair |
| Kapasitas | 174 cc |
| Transmisi | CVT |
| Tenaga | 17,4 dk @ 8.500 rpm |
| Torsi | 16,5 Nm @ 7.000 rpm. |
| Rem | ABS, Cakram ventilasi diameter 260 mm (depan), Cakram 220 mm (belakang) |
| Suspensi | Hydraulic telescopic fork 120 mm travel (depan), Double hydraulic shock with adjustable preload (belakang) |
| Pelek dan Ban | 14 inci 110/80 (depan), 13 inci 130/70 (belakang) |
| Tangki Bahan Bakar | 9 liter |
| Bahan Bakar | Ron 92 |
| Konsumsi Bahan Bakar | 30 kpl (kombinasi) |
| Rute Pengujian | Pamulang - Bogor - Pamulang |
| Jarak Pengujian | 180 km |