Performa

Puas mengamati desainnya yang begitu eye catching, KabarOto langung bergegas menyalakan Duke 250 tersebut. Sesaat setelah kunci kontak diputar, di layar monitor yang sekaligus berfungsi sebagai panel instrumen itu muncul tulisan "Ready to Race".

Jujur saja, tulisan itu langsung membuat saya penasaran akan performa dari sepeda motor yang sejak lahir memang memiliki DNA dari dunia balap tersebut. Tak perlu waktu lama tombol stater pun ditekan.

Saat menyala, terdengar suara mesin yang sedikit kasar namun tak sampai mengganggu. Mungkin memang seperti itu lah, karakter dari mesin satu silinder 4 langka, 4-valve DOHC Single-cylinder dengan kapasitas 248.8cc tersebut.

Begitu handle gas diputar agak dalam untuk melakukan akselerasi, sungguh diluar dugaan semula. Badan kabarOto pun sempat tersentak kebelakang akibat dorongan tenaga saat melaju di jalan yang sepi.

Mesin dengan performa yang cukup mumpuni

Di atas kertas, mesin miliki KTM Duke 250 sanggup menghasilkan tenaga maksimum sebesar 29.58 dk, sedangkan torsinya berada di angka 24 Nm. Tenaga tersebut memang sangat terasa di putaran mesin menengan hingga atas.

Tak mengherankan karena memang Duke 250 menggunakan bore 72 mm x stroke 61.1 mm yang cocok untuk putaran mesin tinggi. Tenaga tersebut terasa mengalir tanpa jeda ke roda belakang melalui transmisi manual 6 percepatan Slipper Clutch.

Hadirnya fitur Slipper Clutch sangat berguna untuk mengoptimalkan performa KTM Duke 250. Pasalnya, fitur ini akan mencegah terjadinya gejala torsi berlebihan pada kopling (back torque) yang menyebabkan ban belakang mengalami skid (mengunci) dan hilang traksi yang diakibatkan oleh downshifting atau penurunan gigi secara tiba-tiba.

Buat pecinta kecepatan, kerugian akibat munculnya back torque ini cukup mengganggu. Saat mengurangi gigi dengan cepat, lalu terjadi skid, mesin langsung drop dan kurang akseleratif saat diajak kembali ”narik”. Menariknya, fitur ini juga berfungsi untuk meringankan kopling.

Lanjut Baca lagi