Kali ini, saya mencoba motor ini dari Pamulang ke daerah Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Trek ini sengaja saya pilih, karena di sini kondisi jalannya sangat beragam. Saya pun memulai perjalanan, perpindahan gigi satunya cukup pendek, saya hanya bisa sampai di 1.500 rpm untuk kemudian masuk ke gigi dua.
Baca Juga: Test Ride - Merasakan Royal Enfield Himalayan Di Dua Alam
Pada putaran mesin 2.000 rpm, sepertinya gigi sudah minta diganti. Gigi dua ke atas cukup panjang, namun karena jalan di Pamulang sampai dengan Muncul kondisi cukup padat, saya pun hanya bisa menggunakan sampai gigi 4 saja.
Melewati beberapa kemacetan, motor ini cukup ringan dan juga lincah, meski setangnya yang lebar dan spion bulat dan tinggi masih bisa menyalip kanan dan kiri. Lepas di jalan raya Muncul, kondisi jalan sudah mulai tidak menentu, beberapa lubang yang menganga di pinggir dan tengah jalan membuat saya harus beberapa kali menghindar. Bahkan beberapa kali pula saya harus melewatinya dengan kecepatan 40 kpj.
Berkat dukungan suspensi Telescopic Fork berukuran 30 mm yang terpasang pada bagian depan dan suspensi tipe Swing Arm pada bagian belakang, dan didukung Dual Shock Absorbers yang dilengkapi pengaturan atau spring preload adjustability, jalan lubang-lubang tersebut bisa dilewati dengan sempurna.
Kaki-kaki dari motor ini bisa dihandalkan untuk menjaga keseimbangan, ditambah pelek berukuran 17 inci dengan balutan ban 80/100-17M/C pada bagian depan, dan ban bagian belakang berukuran 100/90-17M/C. Meski belum dilengkapi dengan teknologi ABS, cakram single berukuran 220 mm di depan dan rem drum 110 mm di belakang mampu memberi cengkraman kuat saat saya melakukan pengereman mendadak.
Baca juga: Sikat Nih! Piaggio Indonesia Lagi Kasih Diskon Sampai Rp 10 Juta
Ada satu jalan di Rumpin yang cukup lenggang dan mulus. Tidak menyia-nyiakan waktu, saya memutar gas untuk menguji performa mesin Kawasaki W175 ini. Jantung pacu motor ini mengandalkan mesin 1 silinder SOHC berpendingin cairan dengan kapasitas 177 cc. Walau di 3.500 rpm sedikit tersendat, namun secara keseluruhan cukup saya nikmati mesin ini.
Sayang saya hanya bisa mencapai 110 kpj di 6.000 rpm di 5 percepatan. Sepertinya masih bisa lebih dari kecepatan itu, namun karena sedikit berebet ditambah banyak truk yang melintas, saya pun jalan stabil di kecepatan 80 kpj sepanjang 3 km. Karena Kawasaki W175 sudah dilengkapi sistem bahan bakar karburator Mikuni VM24, sehingga konsumsi bahan bakarnya cukup irit.
Berhubung waktu masih cukup sore, saya memilih jalur Pagedangan untuk mencobanya di jalur tanah kering. Walau tampilannya klasik, namun motor ini oke juga di bawa untuk offroad ringan. Puas bermain tanah, saya melanjutkan perjalanan ke Serpong, Tangerang Selatan tepatnya jalan raya Q-Big sampai ke Sumarecon Mall.
Dengan kecepatan 40 kpj, saya mendapat perhatian dari pengguna jalan di sana. Sampai saya ke Sumarecon, Serpong saya pun masih menjadi perhatian orang-orang. Ya, motor classic retro yang dirilis pada pertengahan tahun 2017 lalu ini memang sangat menarik tampilannya, banggalah bagi pencinta roda dua yang memilikinya.
Spesifikasi Kawasaki W175
| Tipe Mesin | 4-stroke, SOHC, 1 cylinder, air-cooled |
| Kapasitas | 177 cc |
| Tenaga Maksimal | 12,6 dk / 7,500 rpm |
| Torsi Maksimal | 13.2 Nm / 6,000 rpm |
| Diameter x Langkah | 65.5 x 52.4 mm |
| Rasio Kompresi | 9.1:1 |
| Suplai Bahan Bakar | Mikuni VM24 |
| Kopling | Wet, multi-disc |
| Transmisi | 5-speed, return |
| Panjang | 1.930 mm |
| Lebar | 765 mm |
| Tinggi | 1.030 mm |
| Jarak Sumbu Roda | 1.275 mm |
| Jarak Terendah | 165 mm |
| Berat | 126 kg |
| Kapasitas Tangki | 13,5 liter |
| Suspensi Depan | 30 mm telescopic fork |
| Suspensi Belakang | Swing arm, dual shock absorbers with spring preload adjustability |
| Rem Depan | Single 220 mm disc |
| Rem Belakang | Drum, 110 mm |
| Ban Depan | 80/100-17M/C 46P |
| Ban Belakang | 100/90-17M/C 55P |