
Ukuran roda motor ini pun relatif besar yang otomatis membantu pengendalian jadi lebih baik. Ban depan berukuran 110/70 dan belakang adalah 170/70, ban berukuran 17 inci tersebut membalut pelek bertipe spoke berwarna hitam glossy.
Mencoba naik di motor ini, pengendara dengan tinggi badan 188 cm masih terlihat pantas mengapit tangki yang sengaja dibuat cekung agar cengkraman paha dan lutut ke tangki makin erat.
Enaknya lagi, meski setang model jepit (underyoke), namun posisi test rider KabarOto yang diharuskan menunduk saat berkendara. Duduk di jok terasa empuk dengan busa relatif tebal, dengan ketinggian tempat duduk dari permukaan aspal/tanah sebesar 780 mm. Meski cafe racer, penumpang di belakang masih bisa duduk di jok berbusa tebal yang nyaman ditambah footstep untuk pijakan kaki.
Melirik fitur di kokpit, terlihat cukup simpel namun fungsional. Saat kontak dinyalakan, spidometer langsung menyambut dengan ceremony start, selain itu terdapat juga fitur indikator bahan bakar, sign, takometer, spidometer dan high beam.
Setang motor juga dilengkapi tombol cukup simpel, di bagian kanan terdapat tombol engine cut off dan starter elektrik, sedangkan di kiri terdapat tombol sign, low beam - high beam, tombol high pass dan klakson.
Riding position motor yang membungkuk membuat pengendara terasa nyaman untuk bermanuver. Melibas jalan bergelombang di kawasan BSD-Gading Serpong-Alam Sutera-Bintaro pun terasa nyaman tanpa guncangan berarti.
Menguji performa mesin, motor yang tertulis di brosur memiliki kecepatan maksimum di angka 130 kpj ini ternyata masih sanggup membuat jarum spidometer naik ke angka 140 kpj, wajar saja karena karakter mesin overbore memang terkenal unggul di putaran atas. Akselerasinya pun terkesan lembut dan jinak untuk ukuran motor berkapasitas 400 cc karena memiliki tenaga 27,7 dk dengan torsi 30 Nm.
Baca Juga: Test Ride - New Ducati Monster 821 2019, Si Legendaris Pengabdi Torsi