
Wheelbase motor ini 1380 mm dengan ground clearance 135 mm, sedangkan panjangnya 2140 mm dengan lebar 790 mm dan tinggi 1090 mm tanpa spion terpasang. Geometri motor ini bahkan masih cocok digunakan oleh test rider kami dengan bobot 85 kg dan tinggi 188 cm tanpa keluhan pegal sedikitpun.
Meski motor ini terbilang berat untuk kategori single cylinder (194 kg) dengan isi bahan bakar 90%, namun asyiknya suara khas dari knalpot seakan membuat kita lupa karena sedang mengendarai motor yang berbeda dari single cylinder pada umumnya. Pastinya, akan lebih terasa khas lagi jika motor ini menggunakan knalpot custom atau aftermarket.
Baca Juga: Profil - Moto Guzzi V7 II Racer
Untuk city cruising maupun luar kota, motor ini terbilang sanggup melahap medan aspal dengan baik. Meskipun pengereman belakang masih menggunakan sistem drum brakes (tromol), namun nyatanya motor ini masih menunjukkan performa pengereman yang cukup baik karena dibantu oleh cakram depan berdiameter 280mm dengan 2 piston kaliper.
Secara keseluruhan, motor seharga Rp 90-jutaan untuk tipe ini memang terbilang layak untuk dimiliki bagi Sobat Kabaroto yang doyan jalan jauh maupun sekedar berkendara didalam kota, karena panas motor nyaris tak terasa kecuali sedikit saja terkadang di bagian lengan bawah. Sebuah performa yang cukup baik untuk sebuah motor berkapasitas 500 cc berpendingin udara. Jadi gimana, guys? minat? langsung sambangi PT DMI dan test ride ya!
Spesifikasi Royal Enfield Classic 500 |
|
| Mesin |
|
| Dimensi |
|
| Rangka |
|
| Kelistrikan |
|