Saat gas saya putar, terasa akselerasi cepat. Anggapan bodi besar itu berat, ternyata tidak berlaku pada motor ini. Posisi duduk yang nyaman, desain joknya yang pas dengan bagian pengendara dan penumpang seperti dibuat terpisah. Untuk pengemudi posisinya di bawah dan penumpangnya di atas.
Sampailah saya di jalan Pondok Cabe tepatnya Gaplek. Walaupun berbodi bongsor, manuver saat di jalanan macet tidak menemui kendalanya. Usai melewati area Gaplek saya menuju ke jalan Ciputat-Parung. Di sini saya bisa memutar gas sampai dengan 60 kpj saja.
Kinerja mesinnya yang responsif membuat motor ini dengan mudah menyalip angkot dan mobil. Motor ini tidak liar, mudah dikendalikan.
Dibekali mesin 1 silinder SOHC berkapasitas 250 cc, mampu meletupkan tenaga maksimal 22,5 dk, dengan torsi maksimum 23,14 Nm. Motor ini memiliki kestabilan yang cukup baik, kombinasi mesin responsif dengan bodi bongsornya menjadi kunci kenyamanan motor ini.
Masuk ke jalan Pasar parung menuju Ciseeng, jalan mulai menyempit. banyak truk dan angkot. Motor ini cukup luwes diajak menyalip kanan dan kiri, cukup stabil.
Sistem pengereman menjadi kunci keselamatan, motor ini menggunakan rem cakram depan berukuran 260 mm dengan kaliper 3 piston dan rem cakram belakang 240 mm kaliper 2 piston.

Saya pun tiba di daerah Ciseeng. Karena saya menghadiri acara bakti sosial komunitas motor di salah satu desa, motor ini pun saya bawa masuk jalan perkampungan. Ditambah suspensi depan telescopic fork dan belakang double swing, yang mampu melibas berbagai macam jalan di perkampungan Ciseeng, mulai dari jalan bebatuan, tanah sampai jalan aspal. Suspensinya begitu nyaman, guncangannya hanya sedikit yang saya rasakan.