Saat saya coba menaikinya, saya merasakan deck dashboard yang cukup luas, membuat kaki menjadi leluasa, bisa juga untuk meletakkan tas gendong. Nah melihat panel meter, penggabungan antara analog dan juga digital. Informasinya cukup lengkap, ada penunjuk kecepatan berikut dengan rpm masih analog, informasi bahan bakar, jarak tempuh digital, lampu sein dan juga informasi tentang pergantian oli.
Waktunya saya menjajal motor ini melintasi jalan Serpong. Tujuan saya kali ini adalah ke daerah Cipete Jakarta Selatan. Jarak yang saya tempuh kira-kira 25 km. Saat memutar gas, saya pun sangat kaget, motor ini tarikan pertamanya begitu bertenaga. Putaran bawahnya memberi tenaga yang lebih, mungkin ini yang membuat Kymco menamai motor ini sebagai Racing King.
Nah saya pun masuk ke jalan BSD Raya utama sejauh 3 kilometer. Di sini saya mencoba memutar gas secara penuh. Mesin 4-stroke, 4-valve, yang di rangkai dalam satu silinder berkapasitas 149 cc, berteknologi SOHC ini memberikan tenaga yang luar biasa sejak putaran awal sampai pertengahan. Saya pun merasakan tenaga tambahan di kecepatan 80 kpj hingga saya bisa memaksimalkan kecepatan di 105 kpj saja.