Seperti generasi sebelumnya, The twins menggunakan rangka cradle frame untuk menonjolkan kesan klasiknya. Sayangnya, suspensi belakang dibuat model reservoir tank yang sedikit mengganggu kesan klasiknya.
Meski tangki ramping, namun mesin motor ini terlihat kekar karena dimensinya yang menampung 2 silinder paralel berkapasitas 648 cc. Mesin 4 tak SOHC tersebut mengeluarkan tenaga 47 dk dan torsi 52 Nm yang diteruskan ke roda oleh transmisi 6 speed.
Baca Juga: Test Ride - Merasakan Royal Enfield Himalayan Di Dua Alam

Khas mesin Royal Enfield, motor ini 'punya' nafas yang panjang ketika berakselerasi. Tak heran, untuk menempuh kecepatan 160 kpj, test rider kami pun cukup mudah menggebernya. Hanya saja, motor sedikit terasa gejala wobbling ketika sudah beranjak naik dari kecepatan 140 kpj keatas.
Rute pengetesan Pamulang - BSD - Bintaro - Alam Sutera - Gading Serpong pun bisa ditembuskan motor ini dengan konsumsi bahan bakar 25 kpl, berbeda tipis dengan klaimnya yang mencapai 26 kpl.
suspensi depannya pun dibuat dengan model teleskopik yang memiliki diameter 41mm dengan travel 110mm, sedangkan belakangnya memiliki travel suspensi 88mm. Dibantu dengan joknya yang empuk, motor ini terasa nyaman saja diajak melibas berbagai medan aspal. Pastinya akan lebih nyaman lagi dengan tipe Interceptor yang punya posisi berkendara tegak dengan stang lebih tinggi.
Nah, Sobat KabarOto berminat untuk meminangnya dengan harga Rp 194 juta? Royal Enfield juga masih menyediakan warna custom dan krom dengan harga Rp 195 - 197 jutaan loh!
| Properti | Nusantara Royal Enfield Pondok Indah |
| Harga | Rp 194 juta - Rp 197 juta |
| Rangka |
|
| Suspensi |
|
| Mesin |
|
| Kaki-kaki |
|
| Rute Pengujian | Pamulang - BSD - Bintaro - Alam Sutera - Gading Serpong |
| Jarak Tempuh Pengujian | 267 km |
| Konsumsi Bahan Bakar | 25 kpl |
| Jenis Bahan Bakar | RON 92 |