Vespa ini dilengkapi mesin bertenaga 23 dk dan torsi sebesar 26 Nm dengan 4 katup berkapasitas 278,3 cc. Mesin tersebut dikontrol oleh komputer MIU4. Adapun traction control dan dual-ABS pada sistem pengereman depan-belakang jadi fitur standar motor.
Menjajal motor ini, yang bisa KabarOto langsung rasakan adalah suspensi belakang yang lebih nyaman melibas jalan bergelombang karena peredamannya sangat lembut, lebih baik dari generasi sebelumnya. Namun, redaman suspensi tetap keras khas suspensi motor matik ketika melibas jalan berlubang.
Fitur Anti Slip Regulation (ASR) atau bahasa umumnya yakni traction control pun dapat meminimalisir slip dengan baik sesaat ketika motor merasa kehilangan traksi. Namun, ketika ASR di non-aktifkan maka kendali sepenuhnya ada di tangan pengendara. Bahkan kami sempat merasakan sedikit gejala wheelie ketika akselerasi spontan saat grip gas dibuka penuh.
Selain pengereman yang bikin pede dengan diameter cakram 220 mm di depan dan belakang, test rider KabarOto yang punya tinggi badan 188 cm juga tak merasakan gejala pegal-pegal di bagian tubuh manapun hingga sesi pengetesan selesai 7 hari kemudian.
Artinya Vespa 'big body' berdimensi panjang 1.950 mm, lebar 755 mm dan tinggi 790 mm ini bisa mengakomodir rata-rata postur tubuh orang asia bahkan lebih besar lagi.