Tiba jalan Banjir Kanal Timur, ada kesempatan untuk memutar gas lebih, namun hanya menyentuh angka 60 kpj saja. Di sini, saya benar-benar merasa menjadi perhatian. Beberapa pengendara motor yang saya salip selalu memperhatikan motor ini. Ya, bentuknya memang unik, klasik namun menggendong teknologi terkini.

Sampai di jalan Kuningan Raya, di sini saya merasakan putaran mesin yang cukup mumpuni. Jalurnya kebetulan agak sepi, sehingga saya memutar gas hingga kecepatan 90 kpj saja.

Lampu belakang

Motor ini putaran mesinnya bisa mencapai 10.000 rpm untuk bisa menghasilkan tenaga 19 dk dan torsinya 14,7 Nm pada 8.500 rpm. Cukup mumpuni untuk ukuran motor dengan mesin 1 silinder berkapasitas 155 cc.

Akselerasi awal cukup cepat, saat pergantian gigi dari dua hingga 5 suara raungan mesin hanya sedikit terdengar. Di gigi 3, bisa menyentuh angka 70 kpj, raungan sedikit terdengar. Gigi 4 saya coba sampai dengan 100 kpj, namun tidak berani memaksakan lebih lagi karena kondisi jalanan yang ramai kendaraan.

Panel meter bulat dengan informasi yang lengkap

Sepanjang jalan Mampang Prapatan, sampai TB Simatupang saya rasakan performa yang cukup baik. Beratnya hanya 134 kg cukup ringan untuk bisa selap-selip melewati truk dan mobil yang kecepatannya lebih rendah.

Beberapa kali saya menekan rem mendadak, bekerja cukup sigap menghentikan lajunya. Rem dengan sistem ABS menggunakan model cakram di jepit kaliper dua piston di depan, sementara belakang dijepit kaliper 1 piston.

Lanjut Baca lagi