Tes pra-musim jelang MotoGP 2017 selama tiga hari di Sirkuit Sepang telah selesai digelar. Masih ada uji coba lagi di dua tempat sebelum race pembuka di Losail, Qatar, pada 26 Maret nanti.
Banyak kejutan terjadi selama berlangsungnya tes di Malaysia ini. Tentu saja ini masih pemanasan, lantaran beberapa rider juga masih menjajal komponen baru seperti sasis dan fairing. Adapula pembalap yang mencoba beradaptasi dengan motornya.
Di hari pertama, test rider Ducati, Casey Stoner, menjadi tercepat. Kemudian selanjutnya Andrea Iannone mengibarkan panji tim Suzuki Ecstar pada hari berikutnya. Pembalap anyar Movistar Yamaha, Maverick Vinales, menjadi yang terbaik di hari terakhir.
Berikut lima hal yang bisa dipelajari dari tiga sesi uji coba di Sirkuit Sepang:
Lahirnya bintang baru?
Rider baru Yamaha, Maverick Vinales mengakhiri tes sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 59,3 detik. Pembalap muda berkebangsaan Spanyol ini juga sempat menjadi bahan perbincangan menyusul pencapaiannya sebagai yang terbaik di hari terakhir pemanasan pra-musim di Valencia pada November lalu.
Maka bukan kejutan lagi jika ia berhasil melakukannya lagi pada pekan ini. Karakteristik yang tak jauh berbeda dari mesin Suzuki GSX-RR dan YZR-M1 disinyalir menjadi faktor mengapa Vinales cepat beradaptasi bersama tim barunya.
Vinales tentu terkejut dengan kecepatan yang dimiliki motor barunya tersebut. Setelah menghabiskan pekan untuk fokus pada akselerasi dan mengevaluasi sasis baru dan fairing, mantan juara dunia Moto3 ini terkesan dengan motornya saat ini bahkan melabelinya sebagai motor terbaik.
Pujian pun datang dari rekan setimnya, Valentino Rossi. Juga rider pesaing asal tim Repsol Honda, Marc Marquez, yang sempat menyebut Vinales bakal menjadi pesaing utama dalam perburuan juara dunia MotoGP 2017.
Jorge Lorenzo kesulitan bersama Ducati
Ducati memutuskan berganti tunggangan menjadi Ducati setelah menghabiskan sembilan musim bersama Yamaha. Kepindahan Lorenzo ini sempat digadang-gadang bakal memanaskan persaingan di musim 2017.
Di hari pertama, Lorenzo terjungkal hingga peringkat ke-17 lantaran hanya mampu mencatat waktu tercepat 2 menit 1,349 detik, terpaut 1,669 detik dari test rider Ducati, Casey Stoner, yang menorehkan waktu terbaik.
Usai menyelesaikan test pra-musim, Lorenzo mengaku kesulitan untuk mengendalikan motornya, terutama karena dia tak terbiasa mengurangi pengeraman saat tikungan.
Catatan terbaik Lorenzo terjadi di hari terakhir di mana ia membukukan 1 menit 59,762 detik untuk menempati urutan kesembilan.
KTM berada di jalur yang tepat
Pabrikan asal Austria menjalani tes pertama tahun ini dengan pembalap resmi Pol Espargaro dan Bradley Smith. Secara keseluruhan, penampilan KTM dianggap sukses mengingat ini adalah debut mereka di MotoGP setelah sebelumnya lebih sering berkiprah di kompetisi Motorsport kasta kedua.
Performa Espargaro dan Smith memang belum bisa dibilang spesial. Tapi paling tidak, mereka tidak berada di urutan terbelakang. Espargaro bahkan sempat berada di peringkat 16 dari 27 rider yang menyelesaikan pemanasan pada hari pertama.
Bautista tampil mengejutkan
Pembalap tim Aspar Ducati ini tanpa diragukan menjadi salah satu rider paling konsisten selama tes pra-musim di Sepang. Mantan juara dunia 125cc ini, bersama tunggangannya GP16, tetap berada di urutan enam besar di setiap sesinya. Catatan terbaiknya adalah ketika menjadi yang tercepat ketiga dengan waktu 2 menit 0,218 detik.
Apakah ini bisa menjadi pertanda Bautista juga bakal menjadi pesaing meraih podium?