KabarOto.com - Tekanan udara ban yang sesuai rekomendasi bisa dilihat pada stiker petunjuk di pilar B sisi pengemudi atau buku petunjuk pemilik kendaraan. Tabel tekanan udara yang direkomendasikan untuk beberapa kondisi berkendara, seperti muatan kosong atau penuh.
Mengecek tekanan ban, perhatikan kondisi fisik ban. Seperti ketebalan telapak ban tidak boleh kurang dari Tire Wear Indicator (TWI), tidak ada benjol atau sobek di dinding dan telapak ban, serta tutup pentil ban terpasang. Jangan ragu untuk mengganti ban di bengkel rekomendasi jika ditemukan tanda-tanda kerusakan.
Baca Juga: Cara Ganti Ban Mobil Dalam Kondisi Darurat Saat Perjalanan Jauh

"Lakukan pemeriksaan tekanan udara ban mobil di pagi hari, ban belum berjalan dan suhu lingkungan masih dingin supaya hasilnya akurat. Namun kalau terlalu repot, usahakan minimal 1 minggu sekali, dapat pula memasang tire pressure monitor agar dapat mengeceknya tanpa perlu keliling mobil," ujar Aries Budiarto, Technical Leader Aftersales Auto2000.
Berkendara agresif, seperti bejek gas seenaknya atau rem mendadak, bisa mempercepat kerusakan pada ban. Termasuk pula menerjang lubang atau polisi tidur denagn kecepatan tinggi. Berkendara dengan apik tidak hanya menjaga keamanan semua orang, namun juga ban mobil.
Baca Juga: Ban Motor Listrik, Apakah Ada Perlakuan Khusus dalam Pemakaian Jangka Panjangnya?

Dengan alasan harga lebih terjangkau atau ingin tampil beda, beberapa orang mengganti ban dengan spesifikasi yang berbeda dari standarnya.
Padahal, spesifikasi ban sudah disesuaikan dengan kebutuhan mobil bersangkutan. Mobil tetap bisa jalan, namun umumnya kenyamanan dan keamanan akan berkurang, bahkan berakibat buruk karena beban kerja yang dipikul tidak sesuai kemampuan ban.