KabarOto.com – Setelah mendapatkan respons positif terhadap lini SUV hybrid, BAIC Indonesia siapkan amunisi baru BJ41 Hybrid, akan diperkenalkan di Indonesia tahun depan.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Jerry Hermawan Lo, Founder PT JHL International Otomotif (JIO) selaku Agen Pemegang Merek (APM) BAIC di Indonesia, saat berbincang dengan KabarOto.com, di booth BAIC, GIIAS, Senin (03/08/2026).
Baca Juga: 5 Keunggulan Kabin BAIC T1: Standar Baru Mobil Listrik Sehat
Menurut Jerry, BJ41 Hybrid akan mengisi segmen SUV bergaya off-road dengan karakter yang disebut menyerupai Jeep Rubicon. Namun, daya tarik utamanya bukan hanya pada desain tangguh, melainkan juga teknologi hybrid serta fitur-fitur modern yang disematkan.
BAIC BJ41 Hybrid akan hadir tahun depan. Ini akan menjadi gebrakan yang menarik karena mobil ini bisa parkir sendiri, bahkan memiliki fitur berbagi listrik untuk membantu kendaraan lain yang kehabisan daya di jalan,
ujar Jerry.
BAIC BJ30 Hybrid Masih Jadi Andalan
Sambil menunggu kehadiran BJ41, BAIC BJ30 Hybrid masih menjadi model terlaris. Salah satu keunggulan yang paling diminati konsumen adalah efisiensi bahan bakarnya
Jerry mengungkapkan, SUV hybrid tersebut mampu menempuh jarak hingga sekitar 1.000 kilometer hanya dengan satu kali pengisian bahan bakar.
Menariknya, BJ30 Hybrid mengusung sistem self-charging hybrid, sehingga baterainya akan terisi secara otomatis melalui kerja mesin bensin. Dengan demikian, pemilik tidak perlu melakukan pengisian daya menggunakan charger eksternal maupun stasiun pengisian kendaraan listrik.
"BJ30 Hybrid sekarang paling favorit. Sekali isi bensin bisa sampai sekitar 1.000 kilometer. Tidak perlu dicas karena mesin akan mengisi baterainya sendiri," jelasnya lagi.
BAIC T1 Menjadi Mobil Keluarga
Selain BJ30 Hybrid, BAIC juga menaruh harapan besar terhadap model T1 yang diposisikan sebagai kendaraan keluarga sekaligus mobil perkotaan.
Menurut Jerry, T1 menawarkan karakter yang lebih sesuai untuk penggunaan harian di dalam kota bersama keluarga. Sementara itu, BJ30 Hybrid dinilai lebih ideal bagi konsumen yang memiliki mobilitas tinggi dan sering menempuh perjalanan jarak jauh.
"Kalau untuk mobil keluarga atau city car, T1. Tapi kalau penggunaan harian dengan perjalanan jauh, BJ30 menjadi pilihan yang tepat," katanya lagi.
JHL Optimistis dengan Prospek Pasar Indonesia
BAIC juga optimistis terhadap prospek pasar otomotif Indonesia. Jerry menilai BAIC memiliki keunggulan sebagai salah satu produsen otomotif terbesar di China yang telah berdiri sejak 1958, dengan pengalaman panjang dalam memproduksi berbagai jenis kendaraan, termasuk kendaraan militer.
Ia juga menjelaskan bahwa BAIC memiliki kerja sama dengan Mercedes-Benz melalui skema joint venture di pasar China. Kolaborasi tersebut disebut turut mendukung pengembangan teknologi dan peningkatan kualitas produk BAIC.
Siapkan Beragam Teknologi Penggerak
Ke depan, BAIC menegaskan tidak hanya akan berfokus pada kendaraan hybrid. Pabrikan tersebut tetap akan menghadirkan berbagai pilihan teknologi penggerak, mulai dari mesin bensin, diesel, hybrid, hingga kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV).
Strategi ini dinilai penting mengingat kebutuhan konsumen Indonesia masih sangat beragam. Untuk sektor pertambangan dan industri, misalnya, kendaraan bermesin diesel maupun bensin masih menjadi pilihan utama karena infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik belum sepenuhnya tersedia.
Baca Juga: Harga BAIC T1 Rp373 Juta untuk 1.000 Pembeli Pertama, Target Penjualan 1.000 Unit
Melalui strategi menghadirkan beragam pilihan teknologi tersebut, BAIC berharap dapat menjangkau lebih banyak segmen konsumen sekaligus memperkuat eksistensinya di pasar SUV Indonesia.