Begini Cara Uji Laik Sertifikasi Kendaraan Otomotif Indonesia Upgrade Fitur
KabarOto.com - Awal tahun 2026, TÜV Rheinland Indonesia dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) atau VTCC (Vehicle Testing and Certification Center), sepakat menjalin kerja sama.
Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara TÜV Rheinland Indonesia dan BPLJSKB yang dilakukan di Proving Ground BPLJSKB di Cibitung, Bekasi (15/01).
Baca Juga: 30 Tahun Provis Autolab Berkiprah, Bentuk Kecintaan Otomotif

Penandatangan dilakukan oleh Nyoman Susila selaku Presiden Direktur TÜV Rheinland Indonesia bersama Iman Sukandar, MT Selaku Kepala BPLJSKB yang diwakili Tri Bowo Leksono, A Ma.PKB.,S.T.,M.MTr selaku Kepala Seksi Pelayanan BPLJSKB dan Pelaksana Harian Kepala BPLJSKB. Turut menemani, Senior Vice President Mobility Asia Pasific TÜV Rheinland - Stefan Heuer, Local Field Manager TÜV Rheinland Indonesia - Michael Deakin serta Kepala Sub-bagian Keuangan dan Tata Usaha BPLJSKB - S. Aang Amin Abidin, S.T, M.MTr.
Pihaknya bilang, kemitraan ini bukan hanya simbol kolaborasi, tetapi juga komitmen untuk membentuk masa depan industri otomotif Indonesia dan di seluruh Asia Tenggara.
"Selama satu dekade terakhir, Indonesia telah muncul sebagai salah satu pusat manufaktur OEM otomotif dengan pertumbuhan tercepat di Kawasan Asia Tenggara," ujar Stefan.
Selain menjadi basis produksi otomotif di ASEAN, menurutnya Indonesia saat ini juga berkembang menjadi pusat inovasi, penelitian dan pengembangan yang lebih maju dan modern.
"Semua itu membutuhkan fasilitas pengujian, lintasan pengujian, tenaga ahli penguji bertaraf nasional dan internasional, peralatan pengetesan canggih dan memadai serta kepatuhan terhadap standar global demi mendorong inovasi di bidang otomotif," lanjutnya.
“Fasilitas tersebut tidak hanya akan meningkatkan keamanan dan kualitas produk, tetapi juga memberikan keunggulan kompetitif bagi Indonesia dan kawasan ini, membantu produsen lokal bersaing secara global dan menarik investasi lebih lanjut,” jelasnya.
Baca Juga: Pabrik BYD di Zhengzhou, Fasilitas Manufaktur Terbesar dan Terbaru

BPLJSKB memiliki fasilitas yang lengkap untuk pengujian kendaraan bermotor bertaraf internasional, seperti laboratorium Crash Test, Braking System Test, Seatbelt Anchorage Test, Exhauts Emission Test, Electrical Safety Test, Rear View Mirror Test dan lainnya.
Selain itu, BPLJSKB mempunyai fasilitas proving ground yang sanggup mengetes kendaraan bermotor di luar ruangan (Outdoor). Meliputi pengetesan High Speed Oval Track, Noise Emission Loop Track, Low Friction Braking Track & Test Hills, Dynamic Area, Passive Safety Lab. dan Rear Visibility Lab.
Tri Bowo Leksono, A Ma.PKB.,S.T.,M.MTr. turut mengapresiasi kerjasama ini. “Penandatanganan ini merupakan langkah strategis dari BPLJSKB maupun TÜV Rheinland Indonesia untuk memperkuat peran dari technical service yang ada di internasional seperti TÜV Rheinland juga BPLSJKB yang sudah hadir dengan fasilitas-fasilitas yang memenuhi standar internasional dan tentunya bantuan support dari para stakeholder untuk bisa maju bersama.”
Perkembangan industri otomotif baik kendaraan bermotor maupun komponennya ke Indonesia, tampak sangat pesat. Apalagi jika memperhatikan produk-produk otomotif yang masuk ke dalam negeri.
Nyoman Susila menerangkan, “Sekarang ini semakin berkembang teknologi mobil-mobil baru yang membutuhkan pengujian, menyesuaikan dengan teknologi atau fitur yang diadopsi yang baru-baru ini. Perkembangan teknologi sangat cepat, dan itu mesti dipastikan ke konsumen bahwa produk sebuah kendaraan massal harus aman dan sebagainya, maka dibutuhkan balai uji dengan teknologi yang dipercaya.”
Tantangannya, industri otomotif membutuhkan proses, sistem dan lokasi pengujian yang lengkap, bersertifikasi dan bertaraf global.
Baca Original Artikel