KabarOto.com - Max Verstappen akhirnya memastikan masa depannya di Formula 1 setelah resmi memperpanjang kontrak bersama Red Bull Racing hingga akhir musim 2030.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan Max Verstappen meninggalkan Red Bull Racing. Sebelumnya, pembalap asal Belanda itu sempat dikaitkan dengan sejumlah tim, termasuk McLaren dan Mercedes.
Kontrak Verstappen sebelumnya sebenarnya masih berlaku hingga akhir 2028. Namun, pembicaraan mengenai masa depannya kembali mencuat setelah Red Bull mengalami periode sulit pada awal musim 2026.
Menariknya, Verstappen justru mengatakan dirinya lebih dekat untuk pensiun dari Formula 1 dibandingkan pindah ke tim lain.
Saya rasa saya lebih dekat untuk pensiun daripada berganti tim! Tapi tidak, semuanya baik-baik saja,
ujar Max Verstappen dikutip KabarOto.com.
Max Verstappen Sempat Ragu Bertahan di Red Bull
Max Verstappen mengakui sempat mempertanyakan masa depannya setelah menjalani beberapa balapan awal musim 2026.
Saat itu, performa Red Bull belum sesuai harapan. Kondisi tersebut bahkan membuat Verstappen meminta Laurent Mekies, kepala tim Red Bull, untuk tidak membicarakan kontrak dan masa depannya.
Setelah beberapa balapan pertama, saya berkata kepada Laurent, jangan datang kepada saya dengan pertanyaan apa pun tentang masa depan. Karena saya bahkan tidak tahu apakah saya ingin tetap tinggal,
kata Verstappen.
Meski demikian, situasi tersebut tidak membuat Max Verstappen memutuskan untuk mencari tim baru. Pembalap yang telah mengoleksi empat gelar juara dunia itu menilai Red Bull Racing tetap menjadi rumah yang tepat baginya.
Berita F1 Lainnya: Sirkuit Madrid Rilis Foto Terbaru Jelang Balapan Perdana
Red Bull memang mengalami sejumlah perubahan besar dalam beberapa waktu terakhir. Beberapa personel penting meninggalkan tim, termasuk orang-orang yang selama ini memiliki hubungan erat dengan Verstappen.
Namun, kondisi tersebut tidak mengubah pandangan Max Verstappen terhadap Red Bull.
Peraturan Mesin F1 Sempat Bikin Verstappen Ingin Berhenti
Salah satu faktor terbesar yang sempat membuat Max Verstappen mempertimbangkan masa depannya di F1 adalah perubahan regulasi mesin yang mulai berlaku musim 2026.
Verstappen menjadi salah satu pembalap yang paling vokal mengkritik regulasi power unit baru tersebut. Bahkan, ia sempat membuka kemungkinan untuk meninggalkan F1 apabila arah olahraga ini tidak sesuai dengan harapannya.
Namun, sikap Verstappen kemudian mulai melunak setelah dirinya melakukan pembicaraan dengan F1 dan FIA mengenai masa depan regulasi.
Max Verstappen Buka Peluang Bertahan hingga Era V8
Menurut Max Verstappen, komunikasi dengan pihak Formula 1 dan FIA mengenai arah masa depan olahraga tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam keputusannya memperpanjang kontrak bersama Red Bull.
Ia menyebut adanya peluang perubahan regulasi dan kemungkinan kembalinya mesin V8 sebagai salah satu hal yang membuatnya bersedia melanjutkan karier.
Dengan kontrak baru tersebut, Max Verstappen kini dipastikan akan menjadi bagian dari Red Bull setidaknya hingga akhir musim 2030.
Berita F1 Lainnya: Isack Hadjar Tidak akan Berpartisipasi di F1 Belanda Akhir Pekan Ini