OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Busi Performa Tinggi, Jangan Asal Kalau Enggak Mau Mesin 'Bubar'

Kipli - Sabtu, 25 Juli 2026
OtoTips Tips Motor

KabarOto.com - Memilih busi yang tepat untuk keperluan motor kesayangan enggak boleh gegabah. Contohnya mesin dua langkah (2-tak) dengan kompresi dan putaran RPM tinggi memerlukan komponen pengapian yang tangguh.

Menurut Budi selaku punggawa dari bengkel JMS, penggunaan busi yang asal-asalan bukan hanya membuat performa motor tidak maksimal, tetapi juga berisiko memicu kerusakan fatal pada piston akibat suhu panas berlebih (overheat).

Baca Juga: 4 Blok Mesin Ninja 150 2 Tak, Mau Tenaga Nyaman Atau 'Meledak'

Kode Busi

Hal utama yang wajib diperhatikan saat memilih busi adalah memahami spesifikasi angka tingkat panas (heat range). Mesin performa tinggi dikenal bersuhu tinggi dan bekerja pada putaran mesin ekstra cepat,

bebernya.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan busi berkode dingin, seperti tingkat panas angka 9 pada NGK, contohnya B9ECS atau B9ES. Busi jenis dingin memiliki kemampuan pelepasan panas yang lebih cepat, sehingga efektif mencegah deposit karbon berlebih maupun gejala pre-ignisi di dalam ruang bakar.

Selain tingkat panas, desain elektroda busi juga memegang peranan penting. Mesin berperforma tinggi sangat ideal menggunakan busi khusus tipe "tiarap" atau elektroda ground yang menunduk rapat.

Desain elektroda ground yang dibuat pendek dan tiarap bertujuan untuk meredam getaran dan guncangan ekstrem di ruang bakar mesin, sehingga percikan api tetap konstan dan insulator terhindar dari risiko patah,

jelasnya.

Baca Juga: Kawasaki Ninja 2 Tak Haram Pakai Oli Samping Murahan

Pilih Busi yang Tepat

Kebutuhan penggunaan harian juga harus disesuaikan dengan material busi yang dipilih. Untuk motor harian standar, busi berbahan tembaga/nikel bawaan pabrik atau tipe groove sudah lebih dari cukup dan mudah dihidupkan dalam kondisi dingin.

Namun, bagi Anda yang menyukai performa lebih responsif atau sering melakukan perjalanan jarak jauh, busi berbahan logam mulia seperti Iridium atau Platinum bisa menjadi pilihan karena mampu memberikan percikan api yang lebih fokus dan tahan terhadap erosi.

Langkah penting terakhir yang sering diabaikan adalah melakukan pemeriksaan hasil pembakaran secara berkala melalui warna elektroda busi. Setelah busi terpasang dan motor digunakan, copot busi untuk melihat kondisinya.

Warna ideal pada ujung busi adalah cokelat kemerahan atau agak kemerahan (brick red). Jika busi terlihat hitam pekat berlapis oli, artinya campuran bahan bakar terlalu kaya, sedangkan jika elektroda terlihat putih pucat dan kering, berarti campuran terlalu irit dan berisiko membuat mesin cepat panas,

tutupnya.
Baca Artikel Asli