OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Cuma Raih 2 Bintang Euro NCAP, Iveco S-Way 4×2 Jadi Truk Paling Berbahaya di Perkotaan?

Putra B - Jumat, 02 Oktober 2026
OtoKomersial

KabarOto.com - Gelombang tes keselamatan kendaraan komersial Euro NCAP September 2026 menyajikan drama menarik. Ketika mayoritas pesaing tampil mengesankan dengan lima bintang, satu unit truk justru terpuruk cukup jauh di papan bawah ini.

Penyebab utama sorotan negatif tersebut mengarah pada Iveco S-Way 4x2 Rigid. Kendaraan niaga kelas distribusi regional berbobot 14.850 kg ini harus pasrah gigit jari setelah hanya sanggup mengamankan raihan akhir dua bintang saja.

Baca Juga: Truk Listrik BYD ETT 44 Raih Bintang 5 Uji Keselamatan Euro NCAP

Peranti Keselamatan Standar Pabrikan

Kegagalan meraup skor tinggi dipicu oleh sangat minimnya peranti keselamatan standar pabrikan. Pihak lembaga Euro NCAP memang menguji Iveco S-Way dalam spesifikasi paling dasar tanpa menyertakan paket fitur opsional apapun itu.

Menilik lembar data resmi, pengujian kategori Safe Driving untuk truk asal Italia ini mencatatkan angka 67%. Kinerja tersebut tergolong sedang, namun sektor pandangan langsung bagi pengemudi dinilai sangat tertinggal.

Volume pandangan langsung kabin sedang ini tercatat cuma 8,9 meter kubik, angka yang dinilai amat sangat rendah. Keterbatasan visual ini membuat pengemudi kesulitan memantau area sekeliling truk saat bermanuver di jalanan.

Kendati demikian, beberapa fitur keselamatan bawaan tetap bekerja memuaskan, seperti pemantau kelelahan pengemudi. Selain itu, pengereman adaptif ACC serta pengatur kecepatan otomatis mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

Crash Avoidance

Sayangnya, titik kelemahan paling fatal Iveco S-Way terletak pada sektor Crash Avoidance yang cuma memperoleh nilai 20%. Angka yang terbilang sangat buruk ini terjadi lantaran ketiadaan sensor aktif penyelamat pengguna jalan.

Baca Juga: DAF Single Driver Luxury Package Hadirkan Kasur Jumbo untuk Sopir Logistik

Sistem pengereman darurat otomatis atau AEB bawaan hanya dirancang responsif terhadap potensi benturan sesama kendaraan. Sementara itu, perlindungan bagi pejalan kaki dan pesepeda sama sekali tidak meraih poin alias nol besar.

Absennya pemindai pesepeda dan pejalan kaki menjadikan truk bongsor ini amat berbahaya saat dipacu di kawasan perkotaan. Fitur canggih AEB Pedestrian and Cyclist serta Cyclist Nearside Turn tidak hadir sebagai kelengkapan standar.

Truk ini juga tidak dilengkapi dengan peranti pencegah penyimpangan lajur yang krusial untuk keselamatan berkendara. Ketiadaan fitur Lane Keep Assist dan Emergency Lane Keeping memaksa pihak penguji memberikan nilai nol mutlak.

Penilaian pada sektor pencegahan benturan kecepatan rendah saat truk bermanuver juga berujung tanpa hasil sama sekali. Risiko insiden kecelakaan ketika truk berbelok memotong jalur pesepeda dinilai amat tinggi di area jalan raya.

Post Crash Safety

Satu-satunya nilai menggembirakan hadir dari sektor Post Crash Safety atau penanganan pasca-kecelakaan yang meraih 80%. Ketersediaan dokumen panduan penyelamatan dan sistem Advanced e-Call dinilai sudah sangat memadai.

Baca Juga: Toyota dan IVECO Kolaborasikan Truk Hidrogen S-eWay Fuel Cell

Berdasarkan serangkaian evaluasi, Euro NCAP menyimpulkan Iveco S-Way lebih ideal difungsikan pada jalur tol atau jalan bebas hambatan. Truk tersebut sangat tidak direkomendasikan untuk melintasi pusat perkotaan padat pejalan kaki.

Hasil pengujian ini menjadi tamparan keras bagi pihak produsen untuk segera membenahi standar keselamatan produk niaganya. Perlindungan terhadap pengguna jalan yang rentan wajib dijadikan prioritas utama dalam setiap desain.

Baca Artikel Asli