KabarOto.com - Merek mobil asal Tiongkok kembali membuat kejutan di Eropa. Dalam hasil pengujian terbaru Euro NCAP yang dirilis 3 September 2026, tiga mobil listrik asal Negeri Tirai Bambu langsung meraih bintang lima.
Ketiganya adalah Aion UT, Geely E2 (EX2), dan Leapmotor B05. Ketiga model tersebut diuji menggunakan protokol penilaian Euro NCAP terbaru untuk 2026.
Hasil ini sekaligus menunjukkan bahwa produsen Tiongkok semakin serius mengejar standar keselamatan yang berlaku di pasar Eropa.
Bukan cuma soal harga murah atau jarak tempuh panjang, teknologi keselamatan kini menjadi salah satu senjata penting bagi merek Tiongkok untuk memperkuat posisinya di pasar global.
Tiga Mobil Tiongkok Langsung Raih Bintang Lima
Aion UT dinilai sebagai mobil yang serbaguna dan mampu memberikan perlindungan keselamatan yang baik. Namun, Euro NCAP masih menemukan sejumlah catatan.
Salah satunya adalah ketergantungan yang cukup besar terhadap layar sentuh tengah untuk berbagai fungsi kendaraan.
Sistem pengenalan batas kecepatan juga memiliki tingkat akurasi 68 persen. Selain itu, Aion UT belum dilengkapi sistem Child Presence Detection atau deteksi keberadaan anak di dalam kendaraan.
Sementara itu, Geely E2 menunjukkan performa yang cukup mengesankan. Mobil yang dikenal sebagai Xingyuan di China dan EX2 di sejumlah pasar ini mendapatkan apresiasi karena masih mempertahankan penggunaan tombol serta kontrol fisik.
Geely E2 juga sudah memiliki sistem deteksi keberadaan anak sebagai perlengkapan standar.
Baca Juga: Geely Punya Senjata Baru, Sistem PHEV Bertenaga 1.113 Dk dan Torsi Roda 4.920 Nm
Meski demikian, sistem Automatic Emergency Braking (AEB) masih menunjukkan beberapa inkonsistensi selama pengujian. Terlepas dari catatan tersebut, E2 tetap mampu memberikan tingkat perlindungan yang tinggi di berbagai kategori.
Leapmotor B05 Tunjukkan Perlindungan Benturan yang Kuat
Leapmotor B05 juga tampil meyakinkan dalam pengujian Euro NCAP.
Mobil listrik yang dikenal sebagai Lafa 5 di China ini meraih nilai maksimal dalam pengujian benturan terhadap penghalang samping maupun tiang.
Performa sistem pengereman darurat otomatis atau AEB juga dinilai sangat baik.
Namun, Euro NCAP menemukan bahwa B05 belum memiliki sistem penahan adaptif yang mampu menyesuaikan dengan berbagai posisi atau postur penumpang.
Penguji juga menilai penggunaan lebih banyak tombol fisik untuk mengoperasikan fitur infotainment akan membuat mobil lebih mudah digunakan.
Mobil Tiongkok Makin Banyak Masuk Pengujian Euro NCAP
Meningkatnya hasil positif tersebut datang ketika penetrasi merek China di pasar Eropa juga terus bertambah.
Euro NCAP mencatat kendaraan buatan China kini menyumbang sekitar 7 persen penjualan mobil baru di Uni Eropa dan hampir 10 persen di Inggris.
Jumlah model China yang diajukan untuk mengikuti pengujian Euro NCAP juga melonjak hampir sepuluh kali lipat sejak 2021.
Baca Juga: Cupra Formentor VZ5 Cuma Diproduksi 4.000 Unit, Dibanderol Rp1,5 Miliar
Kondisi tersebut menunjukkan produsen China tidak lagi sekadar mengejar volume penjualan, tetapi juga berusaha memenuhi ekspektasi konsumen Eropa terkait keselamatan.
Hasil hari ini jelas menunjukkan bahwa produsen mobil Tiongkok masih bekerja keras untuk menyamai standar tinggi yang diharapkan oleh konsumen Eropa,
kata Dr. Aled Williams, Direktur Program Euro NCAP dikutip KabarOto.
Menariknya, tiga model China yang diuji kali ini sama-sama berhasil mencapai bintang lima, meski masing-masing masih memiliki sejumlah catatan.
Bagi industri otomotif Eropa, hasil tersebut menjadi sinyal bahwa persaingan dengan merek China tidak lagi hanya berlangsung pada harga, teknologi baterai, atau fitur. Keselamatan pun mulai menjadi medan pertarungan baru.