OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Daihatsu Berpeluang Rebadge Perodua QV-E, Masuk Indonesia?

Berry - 1 jam, 55 menit lalu
OtoNews News Mobil

KabarOto.com - Daihatsu berpeluang melakukan rebadge Perodua QV-E, atau terlibat langsung dalam pengembangan generasi berikutnya. Wacana tersebut muncul setelah Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia Johari Abdul Ghani bertemu Wakil Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Takuo Komori.

Salah satu topik yang dibahas adalah potensi kemitraan Daihatsu dan Perodua, untuk mengembangkan kendaraan listrik di Malaysia. Peluang kolaborasi ini menarik karena Daihatsu selama ini merupakan salah satu pemegang saham utama Perodua.

Baca Juga : Freelander 8 EREV Meluncur 3 September, Punya Jarak EV 310 Km

Selama lebih dari tiga dekade, Daihatsu telah memasok berbagai platform, mesin, transmisi, hingga kendaraan utuh untuk Perodua. Namun, berbeda dari model-model sebelumnya, QV-E dikembangkan sepenuhnya oleh Perodua, dan tidak menggunakan komponen Daihatsu.

Pengembangan mandiri tersebut dilakukan, karena Perodua harus memenuhi target pemerintah Malaysia untuk menghadirkan mobil listrik lokal. Sementara Daihatsu saat itu belum memiliki platform EV yang bisa digunakan.

Salah satu skenario yang mungkin terjadi adalah Daihatsu menjadikan QV-E sebagai basis kendaraan listriknya sendiri. Strategi rebadge bukan hal baru bagi kedua perusahaan. Di Indonesia misalnya, Daihatsu Sirion merupakan versi dari Perodua Myvi dengan identitas Daihatsu.

Pilihan lainnya adalah Daihatsu ikut terlibat dalam pengembangan EV Perodua berikutnya. CEO Perodua Zainal Abidin Ahmad sebelumnya mengungkapkan bahwa Daihatsu telah menyatakan ketertarikan untuk bergabung dalam pengembangan kendaraan listrik.

Baca Juga : RUF B8 Tampil Perdana dengan Mesin Prototipe 8 Silinder Terbaru

Perodua sendiri tengah menyiapkan model EV yang lebih kecil di segmen A, menggunakan platform yang dikembangkan bersama Magna Steyr. Platform tersebut berpotensi menjadi dasar bagi model Daihatsu.

Jika terealisasi, kerja sama ini tidak hanya membantu menekan biaya pengembangan EV, tetapi juga membuka peluang Perodua memperluas ekspor, sekaligus memperkuat posisi Malaysia sebagai basis pengembangan kendaraan listrik di kawasan Asean.

Baca Artikel Asli