Mahkamah Agung India menetapkan aturan untuk melarang mobil-mobil berstandar emisi Bharat Stage (BS) 3 atau Euro3 dijual.
Seperti dinukil Reuters, Senin (3/4/2017), aturan ini diberlakukan di India sejak 1 April lalu. Keputusan ini diambil Mahkamah Agung India untuk menyelamatkan kesehatan warganya, ketimbang berfokus kepada keuntungan yang didapat oleh perusahaan.
Dengan demikian, hanya mobil yang sudah berstatus Euro4 yang boleh dijual di India. Saat ini, mobil beremisi Euro4 sudah dijual di beberapa negara bagian di India.
Aturan ini cukup mengejutkan pada produsen kendaraan di India. Harga saham beberapa produsen ikut terdampak. Saham produsen truk Ashok Leyland turun 6,6 persen dan Tata Motors hampir 2 persen.
Kerugian juga dialami produsen mobil yang tidak sempat menjual produk Euro3 mereka. Lebih dari 800 ribu unit kendaraan beremisi Euro3 dari berbagai merek terancam tidak bisa dijual dengan nilai mencapai 120 miliar rupe atau sekitar Rp25 triliun.