OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Dibawa ke Bengkel Resmi, Mercedes-Benz S350 Malah Mati Total

Bimo Hariyadi - Jumat, 03 November 2017
Oto News Trending
KabarOto.com - S Class merupakan varian termewah dari Mercedez-Benz. Teknologi yang disematkan juga super canggih dan modern. Tak heran, kenyamanan berkendara sudah pasti bisa diandalkan.

Harga super mahal yang dikeluarkan untuk mendapatkan mobil, tentunya harus sebanding dengan yang didapatkan penggunanya. Tak terkecuali Mercedes-Benz S350 tahun 2006 milik Samuel Hansen, yang baru menjelajah sejauh 30.000 kilometer.
Baca Juga:
Nyaman! Itulah yang dirasakan sang pemilik, Samuel Hansen, warga Tangerang Selatan, Tigaraksa, Banten. Namun, Agustus 2017, dia merasakan sesuatu ketidak-nyamanan saat mengendarai mobilnya.

Menurut Samuel Hansen, Jumat (3/11/2017), dia merasakan sentakan saat transmisi automatis bekerja. Hal itu sangat mengganjal hatinya, kemudian mobil kesayangannya itu segera ia bawa ke bengkel resmi Mercedes-Benz, HRM di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.
"Pas pergantian percepatan saya merasakan sentakan sehingga tidak nyaman, dan saya langsung bawa ke Bengkel Hartono di Daan Mogot (Jakarta Barat)," ujar Samuel Hansen.

Setelah diperiksa, pihak bengkel menyarankan untuk mengganti beberapa sparepart yang menyebabkan munculnya sentakan pada mobil S350 tersebut.

Samuel pun berharap mobilnya bisa digunakan kembali seperti sedia kala. Namun, harapannya pupus. Bukannya membaik, mobilnya malah mati total. "Setelah diganti malah mati total tidak bisa hidup," keluhnya.

Lalu pihak bengkel pun menyarankan overhoul transmisi, namun mobilnya tetap tidak berubah alias mati total. "Saya ikuti semua yang disarankan pihak bengkel, tapi mobil tetap mati. Mereka minta saya menunggu karena pihak Mercedes-Benz pusat akan menelusuri kerusakan di mobil saya itu," terangnya.
Sampai awal November 2017 ini, Samuel belum juga mendapatkan informasi bagaimana kondisi mobilnya tersebut. "Sudah tiga bulan saya menunggu kabar, sampai saat ini belum selesai juga," terangnya.

Keinginan Samuel hanya satu, mobilnya bisa hidup seperti saat masuk ke bengkel Hartono Raya Motor untuk diperbaiki ke bengkel lainnya.

Menanggapi masalah itu, Dennis A. Kadaruskan, Department Manager Public Relations Mercedes-Benz Distribution Indonesia mengatakan, pihaknya yakin jaringan purnajual Mercedes-Benz dapat memenuhi layanan terbaik agar solusi ditemukan.

"Saya gak bisa komen untuk saat ini. Saya tidak memiliki info untuk merespon," kata dia seraya menegaskan kembali, "Saya yang bertanggung jawab atas seluruh komunikasi Mercedes-Benz. Maka untuk saat ini saya belum bisa merespon."
Baca Artikel Asli

BERITA TERKAIT