KabarOto.com - CEO Ford, Jim Farley, pernah mengingatkan bahwa produsen mobil asal Tiongkok menjadi ancaman serius bagi industri otomotif global. Namun, laporan terbaru justru menyebutkan bahwa Ford berpotensi bekerja sama dengan Geely.
Mengutip laporan dari La Tribuna de Automoción, perusahaan otomotif asal Tiongkok, Geely, dikabarkan akan membeli jalur produksi di pabrik Ford yang berada di Valencia, Spanyol.
Nantinya, fasilitas tersebut akan digunakan untuk memproduksi mobil dengan berbagai jenis tenaga, mulai dari hybrid, plug-in hybrid, hingga mobil listrik murni.
Mobil yang akan diproduksi ini masih belum diketahui secara pasti. Namun, disebut-sebut memiliki kode internal "135". Ada juga dugaan bahwa model tersebut merupakan Geely EX2, yaitu SUV listrik berukuran kompak.
Menariknya, jika kerja sama ini benar terjadi, Ford juga berpeluang menggunakan platform mobil yang sama dari Geely. Bahkan, ada kemungkinan mobil tersebut akan menjadi penerus dari Ford Puma di masa depan karena ukuran keduanya mirip.
Baca Juga: Geely Galaxy Starship 7 EV Tawarkan Jarak Tempuh 605 Km, EX5 Minggir Dulu
Meski begitu, pihak Ford belum mau memastikan kabar ini. Mereka hanya menyatakan bahwa saat ini perusahaan memang sering berdiskusi dengan berbagai pihak, tetapi belum ada keputusan final. Sementara itu, pihak Geely juga memilih untuk tidak memberikan komentar terkait rumor tersebut.
Meski belum resmi, sejumlah sumber di industri otomotif menyebut bahwa kesepakatan ini kemungkinan besar sudah mendekati tahap final.
Geely telah berevolusi menjadi grup otomotif global dengan strategi ekspansi berbasis akuisisi dan kolaborasi lintas negara.
Perusahaan ini tidak hanya memiliki merek besar seperti Volvo Cars dan Lotus Cars, tetapi juga mengembangkan brand listrik premium seperti Polestar dan Zeekr.
Baca Juga: Test Drive Geely Starray EM-I, SUV PHEV dengan Konsumsi BBM Lebih Irit dari Motor
Selain itu, Geely menjalin joint venture strategis dengan Mercedes-Benz melalui brand Smart, serta bekerja sama dengan Renault dalam pengembangan mesin melalui Horse Powertrain.
Di kawasan ASEAN, Geely juga memperkuat posisinya lewat kepemilikan saham di Proton, menjadikannya pemain kunci yang menggabungkan teknologi Eropa, manufaktur China, dan penetrasi pasar global dalam satu ekosistem otomotif terintegrasi.