Mengemudikan mobil merupakan aktivitas yang menyenangkan. Namun, beberapa orang yang memiliki penyakit dilarang untuk melakukan aktivitas ini. Apa saja?
Dokter tak merekomendasikan orang yang memiliki beberapa penyakit ini untuk mengemudi. Pasalnya, jika mereka memaksakan diri untuk mengemudi akan berpotensi mengalami kecelakaan.
Penyakit pertama adalah Hemianopsia. Itu adalah penyempitan bidang penglihatan yang mengakibatkan penderitanya memiliki pandangan yang terbatas. Penderita hanya melihat separuh bagian dari bidang penglihatan. Obyek yang tadinya terlihat bisa tiba-tiba hilang dan menjadi gelap. Hal ini dikarenakan otak penderita mengalami kerusakan organik yang bisa disebabkan oleh stroke atau cedera kepala.
Peneliti menyatakan penderita hemianopsia tidak disarankan untuk menyetir karena penderita mengalami kesulitan mendeteksi pejalan kaki atau objek bergerak lainnnya di jalan raya.
Penyakit kedua adalah Panic Attack atau Panic Disorder. Panic attack adalah serangan kepanikan yang menjurus kepada ketakutan hebat yang terjadi tiba-tiba tanpa ada sebab apapun sebelumnya. Panic attack dapat menyerang kapan saja dalam kondisi apapun. Penderita panic attack yang telah mengalami serangan sedikitnya empat kali sudah dikategorikan menderita Panic Disorder.
Penderita panic attack sering disalahartikan sebagai penderita penyakit jantung karena secara umum gejalanya sangat mirip dengan serangan jantung, mulai dari detak jantung yang sangat cepat dan berdebar-debar, pusing, kepala seperti melayang, badan terasa dingin, napas pendek-pendek, dan seakan-akan merasa akan meninggal atau sekarat.
Panic attack sering menyerang pada saat penderita sedang menyetir mobil, dan oleh karenanya penderita yang sering terserang penyakit ini tidak disarankan menyetir mobil terutama ketika sendirian karena dapat mengancam keselamatan diri sendiri dan orang lain.