KabarOto.com - Industri otomotif Amerika Serikat kembali mendorong pembatasan terhadap kendaraan asal China. Kelompok yang mewakili mayoritas produsen mobil di Amerika meminta kongres menjadikan aturan pembatasan kendaraan terkoneksi dari China sebagai larangan permanen.
Permintaan tersebut disampaikan Alliance for Automotive Innovation melalui surat kepada para pemimpin kongres. Organisasi ini menaungi sejumlah produsen besar seperti General Motors, Ford, Toyota, BMW, Hyundai, Honda, Volkswagen, Mercedes-Benz, Kia, dan Volvo.
Baca Juga : Ternyata, Ini Filosofi yang Digunakan di Mobil SUV Hongqi E-HS9
Ekspansi Merek China
Para produsen menilai tarif tinggi saja belum cukup untuk menghadapi ekspansi merek China. Mereka juga menyoroti risiko teknologi kendaraan terkoneksi, khususnya perangkat keras dan perangkat lunak yang berpotensi mengumpulkan, memproses, serta mengirimkan data kendaraan dan konsumen.
Saat ini, mobil China sudah menghadapi hambatan besar untuk masuk ke pasar Amerika Serikat. Salah satunya dengan dikenakan tarif masuk tinggi, sementara aturan terkait teknologi kendaraan terkoneksi semakin membatasi peluang untuk berjualan langsung di Negeri Paman Sam.

Namun, upaya tersebut memiliki persoalan tersendiri. Beberapa perusahaan yang menjadi anggota Alliance juga memiliki keterkaitan dengan China. Mercedes-Benz misalnya, memiliki hampir 20 persen saham yang dikuasai investor China. Sementara Volvo sepenuhnya dimiliki Geely.
Perluas Pasar Kendaraan
Di tengah tekanan tersebut, produsen China justru memperluas pasar di negara lain. Xiaomi dijadwalkan memasuki pasar Eropa pada 2027, sementara BYD, Xpeng, Leapmotor, dan Nio terus memperkuat kehadirannya di kawasan tersebut.
Baca Juga : Hongqi G919, SUV Mewah Mengusung REEV, Bakal Masuk Indonesia
Kanada juga mengambil pendekatan berbeda dengan membuka kuota impor kendaraan elektrifikasi buatan China. Setelah periode pertama mencatat 15.603 unit, Kanada membuka periode kedua dengan kapasitas hingga 33.397 kendaraan.
Situasi ini menunjukkan semakin lebarnya perbedaan kebijakan antar negara terhadap industri otomotif China. Sementara Amerika berusaha menutup pintu, pasar lain justru mulai memberikan ruang bagi merek-merek tersebut untuk berkembang.