Ini Cara Tim Mercedes-AMG Petronas F1 Tekan Emisi di Sektor Logistik

Kusnadi Chahyono Kamis, 22 Januari 2026

KabarOto.com - Tim Mercedes-AMG Petronas F1 resmi mengukuhkan posisinya sebagai pionir teknologi ramah lingkungan di jagat Formula 1.

Melalui laporan akhir tahun 2025, tim berjuluk Silver Arrows ini memaparkan serangkaian pencapaian revolusioner, mulai dari penggunaan material bio-komposit di mobil balap hingga penghematan emisi karbon besar-besaran di sektor logistik.

Salah satu pencapaian paling signifikan terjadi di lintasan balap. Pada gelaran F1 Azerbaijan 2025, Mercedes memulai debut komponen serat karbon berbasis bio di bagian pelindung roda saluran rem belakang mobil W16 bernomor #63 besutan George Russell.

Debut komponen serat karbon berbasis bio di bagian pelindung roda

Komponen tersebut dikembangkan menggunakan resin baru dengan kandungan material bio sebesar 30%.

Baca Juga: Audi Mengungkap Mobil Baru Musim F1 2026 di Berlin

Hebatnya, material ini terbukti mampu bertahan dalam kondisi ekstrem balapan F1. Komponen tersebut telah menempuh jarak lebih dari 7.000 km sejak debutnya di Baku, termasuk mengawal kemenangan di Singapura serta podium di Las Vegas. Ini membuktikan bahwa teknologi berkelanjutan dapat berjalan beriringan dengan performa tinggi.

Di luar lintasan, Mercedes melakukan lompatan besar dalam menekan jejak karbon operasional. Di F1 Belanda 2025, tim menggunakan truk listrik Mercedes-Benz eActros 600 untuk mengangkut mobil balap dari Inggris ke Zandvoort sejauh 673 km.

Adapun langkah ini menjadikan mereka tim pertama di grid yang menggunakan tenaga listrik sepenuhnya untuk logistik akhir pekan balap Eropa.

Mercedes-AMG Petronas F1 menjadi yang pertama andalkan kendaraan logistik listrik akhir pekan balap di Eropa

Selain itu, penggunaan bahan bakar nabati HVO100 di armada truk logistik lainnya berhasil menghindari emisi sebesar 410 tCO?e. Angka ini setara dengan daya serap karbon tahunan dari 33.600 pohon bakau dewasa.

Di markas besar mereka di Brackley, inisiatif berbagi mobil (car sharing) internal juga berhasil memangkas setara 580.000 km perjalanan komuter, atau setara dengan 99.000 putaran di Sirkuit Silverstone.

Komitmen Mercedes meluas hingga pelestarian lingkungan global melalui peluncuran Blue Carbon Collective bersama Petronas pada Juni 2025. Program ini mendanai penelitian restorasi mangrove di Brasil dan Malaysia. Fokus pada mangrove dipilih karena perannya sebagai penyerap karbon alami paling efektif di dunia.

Mercedes-AMG Petronas F1 bertekad untuk terus meningkatkan standar keberlanjutan

Baca Juga: TGR Haas F1 Team Pamer VF-26 untuk Tanding F1 2026

Menariknya, Mercedes saat ini berkompetisi di delapan lokasi balap yang berdekatan dengan hutan mangrove, termasuk Singapura dan Sao Paulo.

"Kami bangga dengan kemajuan yang dicapai di tahun 2025. Tindakan kami sangat berarti bagi kami dan para penggemar," ujar Bradley Lord, perwakilan tim.

Senada dengan itu, Alice Ashpitel selaku Head of Sustainability menambahkan bahwa penerapan serat karbon bio pada W16 adalah pencapaian yang tidak boleh diremehkan.

Menatap musim 2026, Mercedes-AMG Petronas F1 bertekad untuk terus meningkatkan standar keberlanjutan, membuktikan bahwa masa depan balap motor profesional tidak hanya ditentukan oleh kecepatan, tetapi juga oleh tanggung jawab terhadap bumi.

Bagikan

Baca Original Artikel