KabarOto.com - Meskipun motor listrik dikenal memiliki jumlah komponen bergerak (moving parts) yang jauh lebih sedikit dibanding motor bermesin pembakaran internal (ICE), bukan berarti kendaraannya bebas dari perawatan.
Tanpa kebutuhan akan ganti oli mesin, busi, atau filter udara, fokus pemeliharaan motor listrik bergeser pada keandalan sistem elektrikal dasar, perangkat lunak, serta komponen mekanis pendukung. Perawatan rutin yang disiplin menjadi kunci agar performa baterai tetap optimal dan usia pakai kendaraan terjangkau lebih panjang,
ujar Radya Febriyanto selaku Head of Digital Product Engineering & IT Alva.
Baca juga:
Biaya Jika Sobat Beralih Sepeda Motor Listrik, Ini Jabarannya
Kesehatan Baterai dan Elektronik
Langkah pertama dalam perawatan berkala motor listrik terletak pada pemantauan kesehatan baterai dan sistem elektronik. Pemilik disarankan untuk menjaga tingkat pengisian daya baterai pada kisaran 20% hingga 80% untuk pemakaian sehari-hari guna mencegah penuaan dini pada sel litium.
Selain itu, pengecekan konektor baterai, kebersihan socket pengisian daya, serta pembaruan perangkat lunak (firmware update) melalui bengkel resmi atau fitur Over-The-Air (OTA) sangat krusial agar manajemen daya (Battery Management System) berjalan efisien,
sambungnya.
Baca juga:
Cara Rawat Baterai Motor Listrik Supaya Awet Bertahun-tahun
Sistem Mekanisme
Bicara soal suku cadang yang tergolong fast moving, kampas rem (brake pads) dan cairan rem menduduki urutan paling atas. Torsi instan pada motor listrik umumnya menghasilkan akselerasi yang tajam, sehingga intensitas pengereman menjadi cukup tinggi.
Walaupun fitur regenerative braking membantu mengurangi beban kerja rem mekanis dengan mengubah energi pengereman menjadi daya listrik, kondisi ketebalan kampas rem serta kejernihan cairan rem tetap wajib diperiksa secara berkala setiap 3.000 hingga 5.000 km.
Komponen fast moving berikutnya yang membutuhkan perhatian ekstra adalah sektor pemindah tenaga (drivetrain) dan ban. Tergantung pada jenisnya, motor listrik menggunakan rantai, drive belt (sabuk karet), atau sistem hub-drive langsung pada roda belakang.
Motor yang menggunakan rantai atau belt memerlukan penyetelan ketegangan serta pembersihan rutin agar penyaluran tenaga tidak tersendat. Di sisi lain, ban motor listrik cenderung mengalami keausan lebih cepat akibat beban bobot baterai yang berat serta hempasan torsi instan sejak putaran awal,
bebernya.
Selain rem dan penggerak, suku cadang konsumsi ringan seperti cairan pendingin (coolant) untuk motor berkapasitas besar, oli gardan/reduksi pada tipe mid-drive, serta komponen suspensi juga masuk dalam daftar penggantian rutin.
Oli reduksi pada transmisi sederhana motor listrik perlu diganti berkala, biasanya tiap 8.000-10.000 km, untuk memastikan roda gigi penyalur tenaga tidak aus. Begitu pula dengan bantalan roda (bearing) dan oli sokbreker yang menjaga stabilitas kendaraan dari getaran jalan.

