KabarOto.com - PT Mobil Anak Bangsa (MAB) mengusulkan kepada pemerintah agar kebijakan insentif kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada kendaraan penumpang pribadi.
Founder MAB, Moeldoko, menyatakan bahwa saat ini formulasi insentif yang ada masih didominasi untuk mobil passenger dan sepeda motor, sedangkan segmen kendaraan komersial belum mendapat perhatian serupa dari pemerintah.
Baca Juga: PEVS 2026 Jadi Ajang DFSK Rilis Logo Emblem Mobil Komersial Baru
Pentingnya Sektor Transportasi Publik dan Logistik
Moeldoko menilai bahwa sektor kendaraan komersial seperti bus dan truk memiliki peran yang sangat krusial dalam program percepatan elektrifikasi.
Gagasan serta regulasi mengenai insentif bagi transportasi umum dan armada logistik berbasis listrik perlu segera dipikirkan dan diakomodasi oleh pembuat kebijakan,
ujarnya di ajang PEVS 2026 (29/10).
Dampak Besar Kendaraan Komersial Listrik terhadap Emisi
Alasan utama di balik usulan ini adalah besarnya kontribusi kendaraan komersial konvensional terhadap emisi karbon. Moeldoko menjelaskan bahwa armada bus dan truk bermesin pembakaran internal merupakan salah satu penyumbang polusi udara terbesar di sektor transportasi, sehingga peralihan ke teknologi listrik pada segmen ini akan memberikan dampak signifikan.
Baca Juga: Mobil Anak Bangsa Bawa Teknologi Baru ke PEVS 2026
Efisiensi Anggaran dan Beban Subsidi BBM
Selain faktor lingkungan, kendaraan komersial bermesin fosil juga menjadi salah satu pengguna dan "penghisap" subsidi bahan bakar minyak (BBM) terbesar dari anggaran negara.
Kebijakan yang mendorong transisi ke kendaraan listrik komersial dinilai akan membantu pemerintah dalam menekan belanja subsidi BBM secara signifikan,
lanjutnya.
Melalui pergeseran dari bus, truk, hingga kendaraan niaga kecil berbasis BBM menuju electric vehicle (EV), efisiensi yang didapat akan mencakup dua lini utama. Penurunan emisi karbon dapat tercapai secara drastis sekaligus mengurangi beban pengeluaran APBN untuk penyaluran subsidi BBM secara berkelanjutan.
MAB berharap pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap usulan insentif bagi kendaraan komersial ini. Langkah strategis tersebut diharapkan dapat mempercepat terciptanya ekosistem transportasi publik dan logistik yang lebih ramah lingkungan serta efisien di Indonesia.

