KabarOto.com - Mercedes-Benz semakin mempertegas dominasinya di pasar otomotif Tiongkok melalui partisipasi masif di ajang Auto China 2026. Dalam pameran ini, raksasa otomotif asal Jerman tersebut meluncurkan strategi produk terbesar dalam sejarahnya dengan menghadirkan model-model yang dikembangkan secara eksklusif untuk konsumen lokal.
Langkah ini dipimpin oleh debut dunia dari all-new electric GLC L serta peluncuran resmi all-electric CLA 260 L, yang keduanya mengusung desain long-wheelbase untuk memenuhi standar kenyamanan tinggi di pasar Tiongkok.
All-new electric GLC L menjadi sorotan utama sebagai varian SUV mewah bertenaga listrik pertama yang menawarkan konfigurasi lima dan enam penumpang khusus untuk Tiongkok.
Baca Juga: Chery Tiggo X Debut, Tenaganya Tembus 476 Dk Bisa Jalan 1.500 Km Sekali Isi
Dengan jarak sumbu roda yang diperpanjang hingga 3.027 mm, model ini memberikan ruang kabin yang jauh lebih lega dibandingkan versi standar global.
Tidak hanya soal dimensi, GLC L juga dibekali teknologi AI melalui sistem operasi MB.OS dan fitur asisten virtual "LittleBenz" yang mampu memahami berbagai dialek lokal seperti Kanton dan Sichuan, membuktikan kedalaman lokalisasi teknologi mereka.
Sementara itu, Mercedes-Benz juga meresmikan peluncuran pasar untuk CLA 260 L elektrik. Sedan sporty ini mewarisi teknologi efisiensi dari mobil konsep Vision EQXX, termasuk transmisi elektrik dua percepatan yang memungkinkan konsumsi energi sangat rendah, yakni hanya 11 kWh per 100 kilometer.
Dengan sumbu roda yang lebih panjang 40 mm dari versi standar, CLA 260 L menggabungkan estetika desain modern dengan fungsionalitas ruang yang sangat dibutuhkan oleh kaum profesional muda di kota-kota besar Tiongkok.
Selain model listrik terbaru, Mercedes-Benz turut memamerkan penyegaran pada lini flagship mereka, yakni New Mercedes-Benz S-Class dan New Mercedes-Maybach S-Class. Kedua model ini kini terintegrasi dengan Vision Language Model (VLM), sebuah kecerdasan buatan multimodal yang dikembangkan bersama Universitas Tsinghua.
Teknologi ini memungkinkan sistem hiburan di kursi belakang mendeteksi ekspresi wajah dan gerakan tangan penumpang untuk menyesuaikan suasana kabin secara otomatis tanpa perlu perintah suara.
Ola Källenius, Chairman of the Board of Management Mercedes-Benz Group AG, menyatakan bahwa Tiongkok bukan sekadar pasar penjualan terbesar, melainkan pusat inovasi global bagi perusahaan.
Melalui pusat riset dan pengembangan di Shanghai dan Beijing, Mercedes-Benz berkomitmen menghadirkan lebih dari 40 model baru hingga akhir 2027.
Baca Juga: Jetour T8 Datang dengan Mesin Hybrid, Jetour T2 Kalah Canggih
"Kami menyesuaikan keunggulan teknologi dengan preferensi lokal, sekaligus menjadikan Tiongkok sebagai sumber inovasi untuk produk Mercedes-Benz di seluruh dunia," tegas Källenius.
Keseriusan Mercedes-Benz juga terlihat dari aspek keberlanjutan melalui program teknologi Tomorrow XX yang memulai debutnya di Beijing. Program ini memfokuskan pada dekarbonisasi dan penggunaan material sirkular di seluruh portofolio produk.
Dengan fasilitas produksi BBAC (Beijing Benz Automotive Co.) di Beijing yang kini telah tersertifikasi netral karbon, Mercedes-Benz optimistis bahwa perpaduan antara tradisi kemewahan dan kecepatan inovasi lokal akan terus menjadikan mereka merek otomotif paling didambakan di pasar Tiongkok.