Momen Terbaik dan Terburuk Max Verstappen pada musim F1 2025

Benny Suryakusumah Kamis, 01 Januari 2026

KabarOto.com - Red Bull Racing bisa dibilang melakukan perubahan terbesar di paruh kedua musim, Max Verstappen yang tadinya tampak tidak berpeluang meraih gelar juara, kini hanya kalah tipis dalam perebutan gelar Juara Dunia kelimanya, dan berhasil meraih lebih banyak kemenangan daripada para rivalnya.

Namun, Yuki Tsunoda mengalami kesulitan, yang menyebabkan pergantian pembalap lagi untuk tahun 2026.

Max Verstappen tampil sebagai juara 1 di Jepang, Emilia-Romagna, Italia, Azerbaijan, Amerika Serikat, Las Vegas, Qatar, dan Abu Dhabi.

Baca juga: Helmut Marko Akhir Musim Ini Pamit dari Formula 1

Max Verstappen ketika jadi juara 1 di salah satu seri F1 musim 2025

Sebelum jeda musim panas F1, jumlah kemenangan Verstappen musim ini adalah dua, pembalap Belanda itu kesulitan menambah jumlah tersebut di tengah penurunan performa Red Bull Racing.

Situasi berubah secara dramatis selama paruh kedua musim karena tim bangkit kembali, dari 10 balapan, Verstappen berdiri di podium teratas pada enam balapan, membawanya kembali ke persaingan kejuaraan pembalap melawan duet McLaren, yaitu Oscar Piastri dan Lando Norris.

Selain meraih kemenangan tersebut melalui kemampuan mengemudinya yang setara dengan juara, pembalap berusia 28 tahun itu memastikan bahwa ia siap memanfaatkan kesalahan apa pun yang dilakukan oleh para rivalnya, seperti yang terjadi ketika Piastri dan Norris, di mana Verstappen kehilangan potensi kemenangan di Qatar, karena kesalahan strategi dari tim Red Bull Racing.

Verstappen ketika tampil di salah satu seri F1

Kesulitan yang disebutkan sebelumnya pada balapan kandang tim di Austria terbukti menjadi momen yang ingin dilupakan oleh Red Bull Racing. Kualifikasi terbukti jauh dari mulus, dengan Tsunoda tersingkir di Q1 sementara Verstappen berada di posisi ke-7 setelah terhambat oleh bendera kuning di akhir sesi.

Pada hari balapan, keadaan semakin memburuk saat Verstappen ditabrak oleh Antonelli di lap pembuka dan langsung tersingkir dari persaingan, dan Tsunoda finis di posisi ke-16.

Sayangnya, kesulitan yang dihadapi oleh pembalap berusia 25 tahun itu sepanjang musim, mungkin menjadi salah satu aspek tersulit Red Bull Racing dalam kampanye ini, dengan perolehan poin saja tidak cukup untuk mengangkat tim lebih tinggi dari posisi ketiga di kejuaraan tim.

Tampaknya tujuan pertama Red Bull Racing adalah memulai tahun 2026 dengan cara yang sama seperti mereka mengakhiri tahun 2025, seandainya performa tersebut sudah ada sejak awal musim, persaingan perebutan gelar juara mungkin akan lebih ketat.

Baca juga: Max Verstappen Konfirmasi Menggunakan Nomor 3 Musim 2026

Momen ketika Yuki Tsunoda dan Verstapen tengah bersama

Verstappen menegaskan bahwa kehilangan gelar juara 2025 dengan selisih dua poin bukanlah kekecewaan, mengingat ia sempat tertinggal lebih dari 100 poin dari pemimpin klasemen. Namun, pembalap Belanda ini tetap dalam performa terbaiknya dan pasti akan bersemangat untuk kembali bersaing di tahun 2026, musim yang ia sebut sebagai "tanda tanya besar bagi semua orang".

Namun, satu pertanyaan yang terjawab adalah mengenai identitas rekan setim Verstappen, dengan Isack Hadjar yang telah dipastikan akan naik tim dari Racing Bulls, menggantikan Tsunoda.

Laurent Mekies (CEO Red Bull Racing) telah menyampaikan harapannya terhadap pembalap muda tersebut, dengan menyatakan melihat ini sebagai awal baru baginya untuk terus berkembang, terus membuat pihak RBR terkesan, dan terus mengejutkan.

Hanya waktu yang akan menjawab apakah Hadjar dapat membangun kesuksesan musim perdananya yang menjanjikan dan memenuhi target tersebut, dan apakah Red Bull Racing pada akhirnya dapat kembali ke puncak klasemen pada tahun 2026.

Bagikan

Baca Original Artikel