KabarOto.com - Setiap kendaraan membutuhkan pelumas mesin yang berkualitas untuk berjalan dengan optimal. Sayangnya, pemilik kendaraan mengabaikan panduan ini, terutama ketika tergoda oleh harga murah. Namun, risiko terbesar adalah ketika mereka membeli oli palsu, bisa menjadi bencana bagi pemilik, merusak mesin kendaraan. Dikutip dari situs Deltalube, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Pertama, saat membeli oli mesin adalah kemasannya. Periksa segel pada botol oli, apakah sudah rusak atau apakah ada tanda-tanda bekas suntikan di sisi botol. Jika melihat tanda-tanda seperti itu, sebaiknya tidak membeli oli tersebut atau mencari sumber lain.
Baca Juga: 3 Mobil Listrik Wuling Berkontribusi Terhadap Lingkungan Hijau Indonesia
Salah satu tanda yang dapat menunjukkan bahwa oli tersebut palsu adalah warnanya yang lebih gelap dari oli asli. Meskipun ini bisa menjadi tanda yang sulit dideteksi jika Sobat tidak mengenal warna oli yang asli, namun umumnya oli palsu tampak lebih keruh daripada yang asli.
Ketika membeli oli mesin yang asli, biasanya oli tersebut memiliki bau yang enak atau wangi saat menciumnya. Sebaliknya, bau oli palsu biasanya cenderung kurang enak dan tidak punya aroma seperti oli pada umumnya.
Baca Juga: Test Drive BYD Seal, Mobil Listrik Sporty dengan Balutan Futuristik dan Kemewahan
Ketika Sobat sudah menggunakan oli palsu tanpa sadar, efek negatifnya mungkin akan muncul setelah kendaraan Anda menempuh sekitar 1.000-2.000 kilometer.
Oli palsu cenderung berubah menjadi hitam pekat dan kotor. Lebih buruk lagi, oli palsu dapat merusak mesin kendaraan karena komponen yang terdapat dalam oli palsu dapat menyebabkan sumbatan pada mesin.