KabarOto.com - Unggahan seorang pencinta mobil di media sosial Threads menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses pembelian satu unit BMW M4 berwarna khusus Voodoo Blue.
Konsumen bernama Aldi, pemilik akun @itsaldii, mengklaim pesanan kendaraannya dibatalkan secara sepihak oleh pihak diler meski proses Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dan pembayaran telah diselesaikan di BMW Astra Serpong.
Melalui unggahannya, Aldi menjelaskan bahwa pembatalan tersebut diduga terjadi karena unit kendaraan yang telah dipesannya dialihkan kepada pihak lain tanpa konfirmasi sebelumnya.
Baca Juga: BMW Indonesia Obral Parts, Banderol Terjun Puluhan Juta Rupiah
Pembeli Bahkan Sudah Persiapkan Parts Modifikasi BMW M4
Kejadian yang saya alami beli BMW M4 warna Voodoo Blue. Udah SPK dan bayar di BMW Astra Serpong, tiba-tiba banget dikabarin pesanan saya dibatalin sepihak karena diduga mobil yang saya pesan dibeli oleh pejabat dan sama BMW Indonesia dikasihkan tanpa sepengetahuan saya sebagai pembeli awal,
tulis Aldi dalam unggahannya.
Sebelum pemberitahuan pembatalan tersebut diterima, konsumen mengaku telah mengeluarkan sejumlah biaya untuk mempersiapkan aksesori purnajual (aftermarket) unit tersebut, termasuk pembelian bodykit Adro, sistem pembuangan Akrapovic, hingga aplikasi Paint Protection Film (PPF).
Baca Juga: Test Drive BMW M2 Competition - Roket Mungil Jerman Penurut Diajak Drifting
Respon Pihak BMW Indonesia
Setelah unggahan tersebut viral, Aldi mengonfirmasi telah menggelar pertemuan bersama jajaran manajemen sales, supervisor, hingga Kepala Cabang BMW Astra Sunter. Langkah ini dilakukan setelah unit kendaraan dengan spesifikasi serupa dilaporkan terlihat berada di showroom tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, pihak BMW Indonesia disebut telah menyampaikan permohonan maaf dan berupaya menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Kendati demikian, konsumen menyatakan tetap menuntut penyelesaian yang adil atas kerugian dan ketidaksesuaian prosedur pemesanan ini.
Hingga laporan ini diturunkan, pihak BMW Indonesia belum memberikan tanggapan resmi saat dikonfirmasi oleh awak media KabarOto (25/10/2026).
