OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Penjualan Honda Anjlok Hampir 60 Persen dalam Empat Tahun, Persaingan Makin Berat

Bimo Hariyadi - Jumat, 24 Juli 2026
OtoNews Mobil

KabarOto.com - Honda menghadapi tantangan besar di pasar otomotif China, karena penjualannya terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah persaingan yang semakin ketat, produsen asal Jepang itu mencatat penurunan penjualan hampir 60 persen dibanding empat tahun lalu.

Pada 2020, Honda masih mampu membukukan penjualan gabungan sekitar 1,62 juta unit melalui dua mitra usahanya di China, yakni GAC Honda dan Dongfeng Honda. Namun, sepanjang 2024 angka tersebut merosot drastis menjadi sekitar 640.000 unit.

Baca Juga: Honda dan GAC Group Resmi Perpanjang Kerja Sama hingga Tahun 2038

Kontribusi terbesar masih berasal dari GAC Honda, sekitar 340.000 unit, sementara sisanya Dongfeng Honda. Penurunan tersebut mencerminkan semakin beratnya persaingan yang dihadapi Honda di pasar otomotif terbesar di dunia.

Salah satu penyebab utama melemahnya penjualan adalah semakin dominannya produsen otomotif China yang menawarkan kendaraan listrik dengan teknologi modern, lebih lengkap, serta harga lebih kompetitif.

Pergeseran preferensi konsumen China ke merek domestik membuat pangsa pasar sejumlah pabrikan Jepang terus tergerus.

Honda sebenarnya telah berupaya mengikuti ubahan tren, dengan menghadirkan lini kendaraan listrik khusus China melalui seri Ye pada 2024. Model Ye P7 yang diproduksi bersama GAC dan Ye S7 hasil kolaborasi dengan Dongfeng, diharapkan mampu meningkatkan daya saing perusahaan di segmen kendaraan listrik.

Namun, kehadiran kedua model tersebut belum mampu mendongkrak permintaan secara signifikan. Kondisi itu menunjukkan bahwa strategi elektrifikasi saja belum cukup untuk mengembalikan performa Honda di tengah kompetisi yang semakin agresif.

Meski penjualannya terus menurun, Honda belum menyerah terhadap pasar China. Perusahaan justru memperpanjang kerja sama dengan Guangzhou Automobile Group (GAC) selama 10 tahun hingga 2038.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mempertahankan keberadaan Honda di China sekaligus memberi ruang bagi perusahaan dalam menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar yang terus berubah.

Baca Juga: Transformasi Astra Honda Motor di Indonesia dengan KLHN 2026

Honda menilai pasar otomotif China masih memiliki prospek besar, terutama seiring percepatan transisi menuju kendaraan listrik. Namun, untuk kembali meningkatkan penjualan, perusahaan dituntut menghadirkan produk yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mampu bersaing dari sisi harga, teknologi, dan fitur dengan para produsen lokal yang kini semakin mendominasi

Baca Artikel Asli