KabarOto.com - Kehadiran mobil ramah lingkungan di Indonesia kembali menunjukkan tren positif. Kali ini, model MG ZS Hybrid+ yang diboyong oleh Morris Garages (MG) Indonesia mendulang respon pasar yang cukup menggembirakan.
Menurut Harry Kurniawan, selaku Head of Marketing MG Indonesia, penerimaan mobil hybrid pertama rakitan lokal (CKD) ini berjalan sesuai dengan ekspektasi perusahaan. Meskipun tren kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle / BEV) sedang naik daun, lini hybrid tetap memiliki tempat istimewa di hati konsumen Tanah Air.
ZS Hybrid Plus sejauh ini penerimaannya cukup sesuai ekspektasi. Memang tidak dapat dipungkiri tidak seperti BEV tren saat ini mengarah ke hybrid,
ungkap Harry Kurniawan saat membahas performa penjualan mobil tersebut.
Baca Juga: Nissan Rogue Hybrid Tahun 2027 Ungkap Rahasia Kabin Senyap
Luar Jawa Jadi Tulang Punggung Penjualan
Ada fakta menarik di balik moncernya angka penjualan MG ZS Hybrid+. Harry mengungkapkan bahwa tren positif justru paling terasa di luar Pulau Jawa, seperti wilayah Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Mungkin salah satu faktornya karena faktor penunjang ya. Kalau kita melihat kan luar Jawa secara faktor SPKLU-nya mungkin masih jarang dan lain sebagainya. Jadi hybrid masih dipandang memiliki potensi yang lebih baik,
jelasnya.
Target Penjualan, Inden, dan Harga Promo
Menanggapi animo publik yang cukup tinggi, MG Indonesia memasang target penjualan yang stabil di angka 300 hingga 400 unit per bulan. Sejauh ini, pihak manajemen mengaku optimis target tersebut bisa tercapai seiring dinamika pasar yang terus berkembang.
Baca Juga: Honda CRF1150L Africa Twin 2027, Makin Canggih Pakai Honda Sensing Ride
Bagi calon konsumen yang tertarik meminangnya, berikut beberapa catatan penting seputar pembelian MG ZS Hybrid+:
- Waktu Tunggu (Inden): Masih dalam batas normal, berkisar antara 1 hingga 2 bulan karena penyesuaian produksi lokal (CKD).
- Harga OTR Jakarta: Masih di angka Rp 299,9 juta khusus bagi 1.000 konsumen pertama agar tetap kompetitif di pasar.
- Tipe Terlaris: Varian tertinggi, yakni tipe Magnify seharga Rp 329,9 juta, menjadi buruan utama dengan penguasaan pasar lebih dari 50 persen.
Lonjakan pemesanan terpantau usai pihak MG melakukan peluncuran regional di berbagai kota di luar Jawa. Faktor masih terbatasnya infrastruktur pengisian daya baterai listrik disinyalir menjadi alasan utama mengapa kendaraan hybrid lebih dipilih dibandingkan mobil listrik penuh di daerah-daerah tersebut.