KabarOto.com - Menjelang revolusi regulasi Formula 1 (F1) 2026, FIA mengambil langkah tegas untuk menghentikan perselisihan teknis antar pabrikan. Fokus utama dari perubahan ini adalah penutupan celah hukum terkait rasio kompresi yang sempat memicu ketegangan politik di paddock.
Perselisihan ini bermula ketika para rival, terutama Ferrari, Honda, dan Audi mencurigai Mercedes-AMG Petronas telah menemukan cara cerdas untuk mengakali batas rasio kompresi maksimal 16:1.
Baca Juga: Red Bull Racing Dinilai Jadi Ancaman Paling Serius Jelang Musim F1 2026
Dalam aturan awal, FIA hanya mewajibkan pengukuran rasio kompresi dilakukan pada suhu ambien (dingin). Mercedes-AMG Petronas dituduh mendesain komponen internal yang memuai secara signifikan saat mesin mencapai suhu kerja. Hasilnya, saat diuji dalam kondisi dingin, mesin tersebut lolos uji 16:1. Namun, saat balapan (suhu operasional), rasio tersebut melonjak hingga 18:1.
Keuntungan dari trik ini sangat besar, diperkirakan ada tambahan tenaga sebesar 15–20 dk, atau setara dengan keuntungan waktu 0,3 hingga 0,4 detik per lap.
Setelah melakukan pemungutan suara melalui World Motor Sport Council, FIA menetapkan jadwal perubahan regulasi untuk memastikan keadilan bagi semua pabrikan. Untuk fase transisi (awal musim 2026 hingga 31 Mei), pengukuran masih dilakukan hanya pada suhu ambien (dingin). Ini memberikan kesempatan bagi Mercedes-AMG Petronas dan tim untuk menggunakan desain awal mereka di beberapa balapan pembuka.
Selanjutnya terdapat fase pengetatan (mulai 1 Juni 2026), aturan menjadi jauh lebih ketat. Mesin harus lolos uji batas 16:1 pada dua kondisi sekaligus, yakni suhu dingin dan suhu operasional panas (130°C). Perubahan ini mulai berlaku tepat sebelum GP Monako.
Lalu fase permanen (musim 2027 dan seterusnya). Uji coba pada suhu dingin akan dihapus sepenuhnya. Kepatuhan mesin hanya akan diukur pada suhu operasional 130°C untuk memastikan tidak ada lagi manipulasi material.
Baca Juga: Hasil Tes F1 Bahrain 2026: Ferrari Dominan, Aston Martin dan Honda Terpuruk di Papan Bawah
Dampak Bagi Tim dan Pabrikan
Keputusan ini dipandang sebagai kemenangan besar bagi Ferrari dan Audi. Mereka berargumen bahwa membiarkan celah tersebut tetap terbuka akan memicu perlombaan senjata material yang sangat mahal, sehingga bertentangan dengan semangat penghematan biaya di era 2026.
Sedangkan Mercedes-AMG Petronas kini menghadapi tekanan besar. Mereka memiliki waktu hingga Juni 2026 untuk melakukan desain ulang atau kalibrasi ulang pada komponen internal mesin mereka. Jika gagal memenuhi standar 16:1 pada suhu panas setelah tenggat waktu tersebut, mereka berisiko terkena diskualifikasi.
Sementara itu, Red Bull Racing - Ford yang awalnya sempat dikabarkan memiliki riset serupa, akhirnya memilih mendukung FIA demi stabilitas regulasi jangka panjang dan mencegah dominasi tunggal dari satu pabrikan di awal era baru.