OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Pete Bonnington di Mata Toto Wolff, atas Peran Kunci Terhadap Kimi Antonelli

Benny Suryakusumah - Senin, 11 Mei 2026
OtoSport Formula One

KabarOto.com - Pete Bonnington selaku teknisi balap Kimi Antonelli di Mercedes-AMG Petronas, telah menerima pujian dari Toto Wolff atas caranya menangani pekerjaan dengan pembalap muda tersebut.

Toto Wolff memuji Pete ‘Bono’ Bonnington, insinyur balap Kimi Antonelli, atas peran kuncinya dalam kesuksesan pembalap muda tersebut. Wolff menyebut Bonnington sebagai mentor yang baik dan bos yang kuat.

Bonnington membawa segudang pengalaman ke dalam perannya, setelah sebelumnya menjadi insinyur balap untuk Michael Schumacher selama masa baktinya di tim Mercedes sebelum bergabung dengan Lewis Hamilton, keduanya membentuk kemitraan yang tak terlupakan selama 12 musim Hamilton.

Baca juga: Allan McNish Mulai Posisi Baru sebagai Direktur Balap di Audi

Kimi Antonelli dan Pete Bonnington saat berdiskusi

Setelah kepergian Hamilton ke Scuderia Ferrari, Bonnington mulai bekerja dengan Antonelli ketika pembalap Italia itu naik ke Formula 1 pada 2025. Kini di musim keduanya, perkembangan Antonelli telah membuatnya meraih tiga kemenangan beruntun, dan menjadi pemimpin klasemen kejuaraan F1 termuda sepanjang sejarah.

“Bono telah belajar dari para legenda, dari Schumacher hingga Hamilton selama bertahun-tahun dan sekarang dari Kimi. Dia telah menjadi mentor yang baik baginya, tetapi juga bos yang tegas," ujar Toto Wolff.

Meskipun Wolff memuji penampilan Antonelli di Miami International Autodrome, Amerika Serikat, sebagai balapan terbaiknya sejauh ini, Kepala Tim juga mengakui bahwa masih perlu untuk terus membimbing pembalap berusia 19 tahun itu.

“Kami memiliki momen-momen hebat dan brilian, dan kemudian momen-momen di mana dia diizinkan untuk melakukan kesalahan," kata Wolff.

Baca juga: Revisi Lagi Regulasi F1 2026, Atur Power Unit dan Balapan

Pihak Mercedes-AMG Petronas perlu menyesuaikan dan terus membimbingnya sambil tetap memberikan tekanan pada Bonnington. Dia mampu menganalisisnya, tetapi tidak terlalu memikirkannya. Dia memisahkannya, saat berbuat kesalahan dan akan melupakannya.

“Saya pikir kita semua yang dekat dengannya, perlu terus menekankan dan mengulangi pesan ini. Ini adalah permainan jangka panjang,” pungkas Wolff.

Baca Artikel Asli