KabarOto.com - Nobuteru Taniguchi atau yang akrab dipanggil “NOB” merupakan salah satu pembalap Jepang yang memiliki perjalanan karier paling beragam. Lahir di Hiroshima pada 18 Mei 1971, Taniguchi tidak langsung memulai kariernya sebagai pembalap mobil profesional.
Ia terlebih dahulu berkecimpung di balap motor mini dan bahkan menjadi juara nasional Jepang pada usia 18 tahun. Setelah beralih ke roda empat, ia membeli Toyota AE86 dan mulai mendalami dunia drifting.
Menariknya, Taniguchi justru baru benar-benar memasuki dunia balap profesional pada usia sekitar 30 tahun. Sebelumnya, pada 1990-an, ia aktif mengikuti kompetisi drift dan mulai dikenal melalui berbagai media otomotif Jepang.
Pada 1999, ia pindah ke Tokyo dengan cita-cita menjadi jurnalis otomotif. Karier sebagai test driver dan aktivitas di dunia tuning kemudian mempertemukannya dengan HKS, salah satu perusahaan tuning performa terbesar Jepang.
Baca Juga: Prestone Racing Coolant di Automechanika 2026, Bisa untuk Balap
Nobuteru Taniguchi, Dari AE86 hingga Juara D1GP
Toyota AE86 Sprinter Trueno menjadi salah satu mobil yang sangat penting dalam perjalanan Taniguchi. Ia membeli AE86 ketika berusia 19 tahun dan menggunakan mobil tersebut untuk mendalami drifting. Dalam sebuah wawancara, Taniguchi menyebut mobil pertamanya tersebut sebagai Toyota Sprinter Trueno GT-APEX generasi awal.
Kemampuan drifting-nya kemudian membawanya ke berbagai kompetisi nasional. Puncaknya terjadi pada 2001, ketika ia menjadi juara musim perdana D1 Grand Prix dengan Nissan Silvia S15. Catatan resmi D1 menunjukkan Taniguchi menempati peringkat pertama dengan mobil S15 dan mengumpulkan 68 poin.
S15 tersebut kemudian semakin terkenal karena keterlibatan HKS. HKS mencatat bahwa mereka masuk D1 Grand Prix pada 2002 dengan HKS S15 Hyper Silvia, bekerja sama dengan Taniguchi. Mobil tersebut memenangkan putaran kedua di Ebisu dan membawa HKS finis sebagai runner-up klasemen musim tersebut.
Baca Juga: 3 Legenda Drift Jepang Bakal Ngebut di Basement ICE BSD Tangerang
Nobuteru Taniguchi, Dari Drifting ke Balap Sirkuit
Setelah namanya dikenal melalui drifting, Taniguchi mulai memperluas karier ke balap sirkuit. Pada 2001 ia mengikuti Altezza One-Make Race, sementara di Super Taikyu ia menggunakan Toyota Altezza. Tahun berikutnya ia masuk ke kelas GT300 pada ajang yang kemudian menjadi bagian dari SUPER GT dengan RE Amemiya Mazda RX-7.
Peralihan ini menunjukkan karakter Taniguchi sebagai pembalap multitalenta. Ia tidak hanya mengandalkan kemampuan mengontrol mobil dalam kondisi oversteer seperti di drifting, tetapi juga mampu beradaptasi dengan balap ketahanan dan GT.
| Periode | Kendaraan | Ajang/Peran | Catatan penting |
|---|---|---|---|
| Akhir 1980-an–1990-an | Toyota AE86 Sprinter Trueno | Street drift | Mobil yang memperkenalkan Taniguchi secara serius ke dunia drifting |
| 2000 | Honda Civic 5ZIGEN | Tokachi 24 Hours | Finis posisi 10 overall dan posisi 4 kelas |
| 2001 | Toyota Altezza | Super Taikyu / Altezza One-Make | Awal karier balap sirkuit profesional |
| 2001 | Nissan Silvia S15 | D1 Grand Prix | Membawa Taniguchi menjadi juara D1GP musim pertama |
| 2002–2003 | Mazda RX-7 FD3S | JGTC/SUPER GT GT300 | RE Amemiya; meraih kemenangan GT300 pada 2002 |
| 2004–2005 | Toyota Celica | GT300 | WedsSport Celica |
| 2006 | Vemac 320R | GT300 | Meraih posisi ketiga klasemen 2006 |
| 2007–2008 | Porsche 996 GT3-RS | GT300 | Dua kemenangan pada 2007 dan satu kemenangan pada 2008 |
| 2009–2010 | Mazda RX-7 | GT300 | RE Amemiya SGC 7; runner-up klasemen 2009 |
| 2010–2011 | BMW Z4M Coupe | Super Taikyu | Meraih gelar juara Super Taikyu |
| 2011–2013 | BMW Z4 GT3 | GT300 | Mengantarkan Taniguchi menjadi juara GT300 2011 |
| 2012–2014 | Mercedes-Benz SLS AMG GT3 | Super Taikyu | Bagian dari periode suksesnya di balap ketahanan |
| 2014 | BMW Z4 GT3 | SUPER GT GT300 | Juara GT300 2014 |
| 2015 | Mercedes-Benz SLS AMG GT3 | SUPER GT GT300 | Goodsmile Racing |
| 2016–sekarang | Mercedes-AMG GT3 | SUPER GT GT300 | Kendaraan utama Goodsmile Racing |
| 2012–2014 | Toyota 86 / HKS Racing Performer 86 | D1GP | Kembali ke D1GP bersama HKS |
| 2014–2019 | Toyota 86 / GR 86 | 86/BRZ Race | Meraih beberapa gelar dalam kompetisi one-make |
| 2018 | Mercedes-AMG GT3 | Suzuka 10 Hours | Mercedes-AMG Team GOOD SMILE |
| 2020–2026 | Mercedes-AMG GT3 C190 | SUPER GT GT300 | Mobil utama bersama GOODSMILE RACING & TeamUKYO |

