OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Rp11,6 Triliun, Pabrik BYD Lokal Diresmikan di Subang

Kipli - 1 jam, 1 menit lalu
OtoNews Mobil News

KabarOto.com - Pabrik perakitan mobil BYD di Subang Smartpolitan Industrial Park, Kabupaten Subang, Jawa Barat diresmikan pada Kamis (3/9).

Fasilitas manufaktur ini diklaim pihaknya bakal memenuhi komitmen investasi BYD setelah masuk dalam program insentif dari pemerintah.

Pabrik ini dikelola oleh PT BYD Auto Indonesia, disebut melibatkan 5.000 pekerja lokal dan bisa meningkat jadi lebih dari 20 ribu pekerja lokal bila bekerja dalam kapasitas penuh. Kapasitas maksimal pabrik ini 150 ribu per tahun.

Baca Juga: BYD Seal Terbakar di Cikampek, Ini Pernyataan BYD Indonesia

Investasi Rp 11,6 Triliun

Pabrik BYD berdiri di atas lahan 126 hektar, dibangun dengan investasi Rp11,6 triliun.

Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd. mengatakan pabrik ini sanggup melakukan stamping, welding, painting dan assembly.

Hari ini sangat penting, peresmian pabrik BYD di Indonesia. Ini tidak hanya penting bagi kami, tapi juga pemerintah Indonesia karena mendukung transformasi kendaraan,

kata Liu dalam sambutannya.

Liu bilang BYD adalah merek pertama yang berhenti memproduksi kendaraan konvensional bensin dan diesel sejak 2022. Kemudian pada 2025 lalu BYD yang fokus pada New Energy Vehicle sudah menjual 4,6 juta unit di seluruh dunia dah secara total 17,8 juta kendaraan per Agustus 2026.

Baca Juga: Pabrik Mazda Indonesia Resmi Beroperasi di Bogor, Investasi Rp400 M

Perjalanan ini sudah 35 tahun,

ucap Liu.

TKDN 40 Persen Lebih

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan keputusan BYD membangun fasilitas di Jawa Barat merupakan keputusan tepat, sebab pertumbuhan perekonomian provinsi ini dikatakan tinggi, 5,73% year on year.

Peresmian fasilitas produksi BYD ini juga dikatakan sebagai momentum penting sebab berlangsung saat penjualan mobil listrik di dalam negeri sedang melonjak. Agus juga menilai peresmian menjadi momentum penting BYD dari penguasa pasar ke penguatan komponen dalam negeri.

Ke depan kami berharap investasi BYD tidak berhenti sampai pabrik tapi juga meluas ke ekosistem kendaraan listrik,

ujar Agus Gumiwang.

Model pertama yang diproduksi di pabrik ini adalah BYD M6 DM dengan TKDN lebih dari 40 persen.

Baca Artikel Asli