KabarOto.com - Rotasi ban adalah proses memindahkan posisi ban dari satu sisi ke sisi lainnya secara berkala. Tujuannya agar keausan ban merata, sehingga umur ban jadi lebih panjang dan kendaraan lebih stabil saat dikemudikan.
Jika rotasi tidak dilakukan, ban yang bertindak sebagai penggerak mobil biasanya akan lebih cepat aus karena menanggung beban puntir mesin, setir dan bahkan pengereman. Akibatnya, kenyamanan dan keamanan berkendara bisa menurun.
Selain itu, gaya berkendara, permukaan jalan yang dilalui, dan pengaturan keselarasan sudut serta keseimbangan roda juga berpengaruh terhadap seberapa sering kita perlu merotasi posisi ban. Umumnya, disarankan untuk merotasi ban setiap 6 bulan atau 10 ribu.
Baca Juga: 3 Alat Bengkel Resmi Permudah Reparasi Kendaraan, Ini Fungsinya
Cara Rotasi Ban
Front Wheel Drive (FWD): Mobil berpenggerak roda depan, kedua ban depan bertukar sisi (menyilang kiri ke kanan) namun pindah ke belakang. Ban belakang bertukar maju di sisi yang sama.
Rear Wheels Drive (RWD): Mobil berpenggerak roda belakang, kedua ban belakang diletakkan ke sisi depan dengan menyilang. Ban depan pindah ke belakang dengan sisi yang sama.
All Wheel Drive (AWD/4WD): Mobil berpenggerak empat roda, kedua set ban bertukar sisi dan posisi. Ban depan bergerak mundur dan bertukar sisi, dan ban belakang bergerak maju dan beralih sisi.
Baca Juga: Lebih Baik Reparasi Sokbreker Atau Beli Baru? Ini Penjelasannya
Wheel Alignment dan Balancing
Kedua istilah ini tak hanya penting untuk membuat keausan ban merata, tetapi juga agak handling dan kenyamanan mobil tetap maksimal.
Wheel Alignment atau yang masyarakat Indonesia kerap sebut dengan istilah 'spooring', dilakukan untuk memastikan roda sejajar dan sudutnya sesuai spesifikasi pabrikan. Tanda mobil wajib dilakukan tindakan tersebut ketika setir terasa tidak lurus saat mobil melaju lurus, mobil terasa menarik ke kanan atau kiri, ban aus tidak merata. Waktu ideal melakukan wheel alignment adalah setiap 10 ribu kilometer atau setelah melalui jalan rusak, menabrak lubang, atau trotoar.
Balancing tujuannya agar roda berputar seimbang dan tidak bergetar saat kecepatan tinggi. Tanda perlu balancing, setir bergetar saat kecepatan tinggi, ban terasa tidak stabil atau bergoyang. Waktu ideal melakukan balancing setiap rotasi ban, atau jika terasa getaran pada roda.

