OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Strategi Porsche Tahun 2035: Fokus Mobil Sport Mewah dan Lepas Saham Bugatti Rimac

Kusnadi Chahyono - Jumat, 09 Oktober 2026
OtoNews News Mobil

KabarOto.com - Produsen mobil sport mewah asal Jerman, Porsche AG, meluncurkan strategi bisnis terbaru bernama ‘Sportwagenschmiede '35’ pada ajang Capital Markets Day yang berlangsung di Pusat Pengembangan Weissach.

Strategi jangka menengah ini dirancang untuk memperkuat identitas Porsche sebagai produsen mobil sport paling diinginkan di dunia, sekaligus menggenjot profitabilitas dan efisiensi operasional perusahaan.

Mengusung prinsip utama "Value over Volume" (nilai di atas volume penjualan), Porsche memilih untuk tidak mengejar kuantitas penjualan semata. Sebaliknya, perusahaan yang berbasis di Zuffenhausen ini berfokus pada peningkatan nilai per kendaraan melalui portofolio produk yang lebih eksklusif, opsi kustomisasi tingkat tinggi, serta penetrasi yang lebih kuat di segmen mobil mewah berprofit tinggi.

Dr. Michael Leiters, Chairman of the Executive Board Porsche AG
Dr. Michael Leiters, Chairman of the Executive Board Porsche AG

Strategi kami akan meletakkan dasar untuk membuat Porsche jauh lebih efisien, produktif, dan menguntungkan. Saat ini, fokus utama kami adalah menekan biaya dan memperkuat ketahanan finansial perusahaan.

Dr. Michael Leiters, Chairman of the Executive Board Porsche AG.

Baca juga:

Ubah Strategi, Chery Posisikan Jetour Jadi Merek Premium

Peluncuran Produk Baru dan Pengembangan Platform Supercar

Sebagai bagian dari strategi produk, Porsche berkomitmen meluncurkan setidaknya satu produk baru yang mendefinisikan merek setiap tahun hingga 2030. Langkah ini diawali dengan peluncuran lini mobil sport listrik 718 Boxster dan Cayman yang dijadwalkan memberi kontribusi penjualan penuh pada 2028.

Pada tahun yang sama, Porsche juga akan memperkenalkan SUV baru segmen B berteknologi mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) dan plug-in hybrid (PHEV) untuk mendampingi Macan listrik.

Tak hanya itu, Porsche mengumumkan rencana pengembangan platform super sports car bermesin tengah (mid-engined) terbaru yang diposisikan di atas model ikonik 911. Perusahaan juga menjajaki kehadiran SUV baru di segmen D yang berada di atas Cayenne. Untuk meningkatkan efisiensi pengembangan, Porsche mengurangi varian model hingga 20 persen demi meningkatkan volume penjualan per varian hingga 30 persen, serta mempererat kerja sama platform dengan Audi.

Di sisi kustomisasi, Porsche memperluas program Sonderwunsch dan divisi Exclusive Manufaktur di bawah naungan 'Home of Sports Cars'.

Melalui perluasan opsi personalisasi ini, Porsche menargetkan kenaikan pendapatan opsi per kendaraan serta peningkatan harga jual rata-rata model papan atas hingga 20 persen dalam jangka menengah.

Efisiensi Biaya dan Penurunan Titik Impas Operasional

Guna menghadapi ketidakpastian pasar global, Porsche melakukan penyesuaian struktur organisasi secara signifikan untuk menurunkan titik impas (break-even point) hingga di bawah 200.000 unit kendaraan. Langkah efisiensi ini didukung oleh kesepakatan Future Package bersama perwakilan karyawan, yang mencakup pengurangan sekitar 9.000 posisi secara bertanggung jawab sosial, namun tetap menjamin kepastian kerja bagi tenaga kerja inti hingga tahun 2035.

Secara keseluruhan, Porsche menargetkan pengurangan posisi manajemen hingga 40 persen dan pemangkasan total tenaga kerja sebesar 25 hingga 30 persen dalam jangka menengah. Biaya pengembangan kendaraan masa depan ditargetkan turun hingga 20 persen melalui proses modular yang lebih ringkas.

Selain itu, biaya personel produksi dirancang berkurang hingga 30 persen dan biaya penjualan dipangkas 20 persen, salah satunya dengan menyederhanakan wilayah penjualan global dari lima menjadi empat wilayah.

Sebagai bagian dari fokus pada bisnis inti, Porsche juga melakukan langkah strategis dengan melepas kepemilikan saham di Rimac dan Bugatti Rimac, menjual anak perusahaan konsultasi MHP, serta merencanakan penutupan aktivitas pengembangan Cellforce Group, Porsche eBike Performance, dan Cetitec.

Bugatti Monterey Car Week
Bugatti menjadi pertimbangan Porsche untuk melepas sahamnya

Ambisi Keuangan dan Ketahanan Finansial Jangka Panjang

Dari segi kinerja keuangan, Porsche memproyeksikan pendapatan grup mencapai 41 hingga 45 miliar euro dalam jangka menengah. Perusahaan menargetkan imbal hasil penjualan operasional (operating return on sales) Grup sebesar 10 hingga 15 persen serta margin arus kas bersih otomotif sebesar 9 hingga 12 persen dalam jangka menengah. Adapun target strategis jangka panjang ditetapkan sebesar 15 persen untuk imbal hasil penjualan operasional dan 12 persen untuk margin arus kas bersih.

Baca Juga: Triumph Bonneville 350 Meluncur, Harga Rp47 Jutaan

Porsche juga menargetkan penurunan biaya garansi hingga 45 persen melalui peningkatan kualitas produk dan layanan. Setelah puncak investasi yang diperkirakan terjadi pada tahun 2026, pengeluaran untuk riset dan pengembangan (R&D) serta investasi modal akan diturunkan secara signifikan demi menjaga fleksibilitas keuangan.

Target peningkatan profitabilitas dan generasi kas kami didasarkan pada nilai kendaraan yang lebih tinggi, kombinasi produk yang lebih menarik, serta basis biaya dan modal yang lebih efisien secara berkelanjutan.

Dr. Jochen Breckner, Anggota Dewan Eksekutif Bidang Keuangan dan IT Porsche AG.

Porsche menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kebijakan dividen dengan target rasio pembayaran sebesar 50 persen atau lebih dari laba bersih konsolidasi setelah pajak.

Baca Artikel Asli